NasDem Ingin Melindungi Perempuan Lewat RUU PKS

    Anggi Tondi Martaon - 10 Maret 2020 01:33 WIB
    NasDem Ingin Melindungi Perempuan Lewat RUU PKS
    Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Fraksi NasDem mengajukan pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Langkah ini sebagai bentuk perlindungan partai besutan Surya Paloh kepada kaum perempuan.

    "Sekaligus kita juga ingin membangun budaya yang menghormati perempuan," kata Ketua DPP NasDem Bidang Hukum dan HAM Taufik Basari kepada Medcom.id, Senin, 9 Maret 2020.

    Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR itu menilai aturan yang ada saat ini belum sepenuhnya melindungi perempuan. Terutama, gangguan bersifat nonfisik yang dialami kaum hawa saat berada di ruang publik.

    "Seperti seks calling, siulan, godaan, digoda orang," kata dia.

    Baca: Pembahasan RUU PKS Diusulkan Melalui Baleg atau Pansus

    Anggota Komisi III ini ingin gangguan semacam itu diakomodasi dalam RUU PKS. Dengan begitu, RUU PKS bisa melindungi perempuan dalam keadaan apa pun.

    "Nah kita ingin menciptakan bahwa setiap warga negara, maupun perempuan saat berada di mana pun dia merasa aman," kata dia.

    Ketua Fraksi NasDem di MPR itu menjelaskan pokok pikiran RUU PKS segera dipresentasikan di Baleg pada masa sidang ketiga 2019-2020. Usulan pembahasan RUU PKS diharap dapat didukung oleh fraksi lain di DPR. Sehingga aturan tersebut bisa disahkan dalam waktu dekat.

    "Jadi karena itu kita dorong agar segera diundangkan RUU PKS ini," ujar dia.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id