Semangat Bela Negara Bisa Jadi Modal Atasi Krisis Akibat Pandemi

    M Sholahadhin Azhar - 27 Oktober 2020 01:58 WIB
    Semangat Bela Negara Bisa Jadi Modal Atasi Krisis Akibat Pandemi
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.
    Jakarta: Disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi merupakan bagian dari semangat bela negara. Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menyebut pencegahan virus korona (covid-19) itu sama dengan menjaga negara.

    "Semangat bela negara ini merupakan salah satu faktor yang bisa diakselerasi untuk menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi," kata perempuan yang akrab disapa Rerie itu secara virutal dalam acara Temu Tokoh bertema Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong Dalam Pandemi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 Oktober 2020.

    Menurut Rerie, disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, memberi pengaruh besar. Utamanya menjaga diri dan keluarga dari virus korona. 

    "Dalam skala lebih luas lagi menjaga keluarga bisa berarti juga menjaga lingkungan dan negara sehingga langkah itu bisa dimaknai bagian dari bela negara," tegas Rerie.

    Selain itu, pemerintah juga diminta bekerja secara terstruktur dan sistematis. Hal tersebut perlu ditingkatkan untuk menciptakan konsolidasi kokoh menghadapi krisis. 

    Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diminta tak ketinggalan. "Dengan memperkuat konsolidasi dan koordinasi semua elemen bangsa, dukungan terhadap kemandiran negara dalam melawan covid-19 dan resesi ekonomi akan semakin kuat," tegas Legislator Partai NasDem itu.

    Dia menyebut pandemi korona dialami hampir semua negara di dunia. Sehingga setiap negara akan memprioritaskan kepentingan masing-masing dan kemandiriannya diuji.

    Rerie mengatakan, semangat menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diwujudkan. Yakni dengan membangun kesadaran bersama atas nasionalisme dan semangat kebangsaan di atas kepentingan kelompok, daerah dan keyakinan.

    Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tegas Rerie, merupakan modal dasar penguatan solidaritas sosial dalam penanganan Covid-19. Karena Indonesia merupakan negara multietnis.

    "Multikulturalisme Indonesia harus dijadikan landasan budaya yang terkait dengan pencapaian civility (keadaban), untuk memperkokoh terbentuknya kekuatan solidaritas nasional dalam menghadapi ancaman resesi akibat Covid-19," pungkasnya.

    Acara Temu Tokoh yang diselenggarakan sejak Minggu, 25 Oktober hingga Senin, 26 Oktober 2020. Pertemuan dihadiri Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II Rian Firmansyah dan Ketua Yayasan Mathla’ul Anwar H. Agus Yasmin.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id