NasDem Sesalkan Kisruh Pengembangan Vaksin Nusantara

    Fachri Audhia Hafiez - 19 April 2021 12:05 WIB
    NasDem Sesalkan Kisruh Pengembangan Vaksin Nusantara
    Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati. Foto: Instagram/@okkyasokawati



    Jakarta: Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati menyesalkan kisruh dalam pengembangan Vaksin Nusantara. Perbedaan pandangan muncul antara peneliti Vaksin Nusantara dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    "Padahal, pengembangan Vaksin Nusantara dan BPOM sama-sama institusi pemerintah," ujar Okky dalam keterangan tertulis, Senin, 19 April 2021.

     



    Menurut dia, polemik Vaksin Nusantara telah berujung pada aksi dukung mendukung sejumlah pihak. Ada yang membela pengembangan Vaksin Nusantara. Namun, ada juga yang mendukung BPOM karena mengkritik penelitian vaksin covid-19 tersebut.

    "Padahal ini urusan kesehatan, namun masuk pada aksi dukung mendukung. Ini sangat naif," ujar Okky.

    Anggota Komisi Kesehatan DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019 itu mengatakan kondisi ini kontraproduktif dengan upaya Indonesia keluar dari krisis yang diakibatkan pandemi covid-19. Polemik Vaksin Nusantara semestinya tak diributkan publik.

    Baca: Menkes Ingin Pelaku Seni Yakinkan Publik Mau Divaksinasi

    Pihak-pihak yang berpolemik diminta menahan diri. Okky tak mau pernyataan mereka sampai membingungkan masyarakat.

    "Mari kita tempatkan ranah kesehatan pada porsi yang tepat. Bukan justru membangun narasi yang tensinya pada urusan politis berupa mobilisasi dukungan," ucap Okky.

    Vaksin Nusantara dikembangkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pengujian vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto ini menggunakan sampel darah sasaran penerima vaksin.

    Sejumlah anggota DPR dan tokoh politik terlibat dalam pengujian Vaksin Nusantara dan memberikan sampel darahnya. Di sisi lain, BPOM menyatakan Vaksin Nusantara belum memenuhi kaidah klinik dalam pengembangannya.

    Polemik Vaksin Nusantara lalu menjalar ke tengah publik. Sebanyak 105 tokoh menandatangani pernyataan terbuka yang mendukung BPOM dalam mengawasi riset Vaksin Nusantara.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id