Pemerintah Terkesan Lunak Mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata

    Kautsar Widya Prabowo - 24 Januari 2021 23:00 WIB
    Pemerintah Terkesan Lunak Mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Anggota Komisi I Sukamta menilai pemerintah seakan melakukan pembiaran atas tewasnya sejumlah prajurit TNI dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. 

    "Seingat saya bulan November lalu ada satu personel TNI gugur, kemudian masih di bulan ini ada satu lagi yang gugur. Ini menunjukkan intensitas gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang masih tinggi di Papua," ujar Sukamta dalam keterangan tertulis, Minggu, 24 Januari 2021. 






    Dia meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengambil langkah tegas mengatasi persoalan di Tanah Cenderawasih. Pendekatan yang dilakukan pemerintahdianggap terlalu lunak. Sehingga kelompok separatis masih dapat leluasa.

    Politus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai terdapat perbedaan penanganan dalam Operasi Tinombala di Poso yang berhasil menumpas kelompok Santoso. Kekuataan maksimal ditunjukkan pemerintah dengan mengerahkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider, dan Kopassus. 

    "Ini yang tidak terlihat dalam upaya tangani kelompok separatis di Papua. Dugaan saya pemerintah ragu-ragu dengan langkah lebih keras karena khawatir sorotan dunia internasional yang memandang masih adanya kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua," jelasnya.

    Baca: Baku Tembak dengan KKB, Dua Prajurit TNI Gugur di Papua

    Sukamta menyarankan pemerintah melakukan langkah penyelesaian masalah di Papua secara komprehensif dengan membentuk kementerian atau badan khusus soal Papua. Dana otonomi khusus (otsus) sebesar 0,25 persen tidak berarti tanpa ada evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan otsus.

    "Alih-alih bisa selesaikan masalah, kenaikan anggaran bisa memperbesar peluang korupsi berjemaah. Pemerintah harus masuk pada akar masalah dan menyelesaikannya secara tuntas. Dan, hal ini bisa dimulai dengan menata kelembagaan secara khusus untuk penanganan Papua," tuturnya.

    Sebanyak dua prajurit TNI dari Yonif R 400/BR tewas dalam baku tembak dengan KKB di Intan Jaya, Papua, Jumat, 22 Januari 2021. Anggota TNI yang gugur ialah Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id