E-Rekap Pintu Gerbang Voting Elektronik

    Ilham Pratama Putra - 14 November 2019 08:34 WIB
    E-Rekap Pintu Gerbang <i>Voting</i> Elektronik
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman, merespons positif wacana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan e-rekap pada Pilkada Serentak 2020. Langkah ini bisa menjadi pintung gerbang menuju pemungutan suara elektronik.

    "E-rekap ini mungkin adalah transisi menuju sistem vote yang lebih baik," kata Ikrama kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

    Namun, menurut dia, ada tantangan yang harus dilalui KPU sebelum menerapkan e-rekap untuk pilkada. Masalah fasilitas penunjang salah satunya.

    "E-rekap ini kan sebenarnya berhubungan dengan elektronik, berhubungan dengan akses data. Hal yang perlu disiapkan, misalnya tentang aspek regulasi keamanan data," ujar dia.

    Hal itu menjadi penting karena pengelolaan data tak luput dari sistem pengawasan. Dengan begitu, publik bisa merasa nyaman dalam memberikan suara.

    "Mereka meyakini bahwa pilkada yang diselenggarakan dengan model e-rekap ini tidak mencederai rasa kepercayaan mereka," lanjut Ikrama.

    Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi meyakini sistem e-rekap akan berhasil. Namun, sistem ini masih melalui digodok.

    "Kita berharap di 2020 nanti, sistem e-rekap akan cukup memadai," kata Pramono di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa, 12 November 2019. 

    E-rekap adalah sistem perhitungan rekapitulasi suara berbasis teknologi elektronik. Nantinya, pemungutan dan perhitungan suara di TPS tetap dilakukan secara manual. 

    "Plano yang besar itu (hasil perhitungan suara di TPS) disalin menjadi C1 kecil, nah C1 ini yang digitalisasi. Proses digitalisasi ini lah proses di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsinya melalui proses elektronik," terang Pramono. 

    Sementara itu, Pilkada 2020 bakal digelar di 270 daerah: 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Semula pilkada diikuti 269 daerah, tetapi bertambah karena Pilkada Kota Makassar diulang.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id