KPU Sebut Isu Mandataris MPR Karena Hoaks

    Faisal Abdalla - 20 Agustus 2019 12:53 WIB
    KPU Sebut Isu Mandataris MPR Karena Hoaks
    Suasana focus group discussion (FGD) 'Hoaks dalam Pemilu 2019' di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Faisal Abdalla/Medcom.id
    Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menyebut munculnya wacana pemilihan umum (pemilu) kembali melalui MPR karena berita bohong (hoaks). Hoaks mendelegitimasi pemilu dengan mendorong wacana tersebut.

    "Salah satu wacana yang bilang 'ya sudah kalau pilpresnya seperti itu, yang pilih MPR saja, atau tidak perlu lagi ada pemilihan atau tidak mau ikut lagi hadir di TPS', ini kan tidak baik, sebagian besar karena hoaks," kata Viryan saat focus group discussion (FGD) 'Hoaks dalam Pemilu 2019' di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Viryan mengakui hoaks merupakan tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Bahkan beberapa hoaks hingga kini masih terasa.

    Viryan menyadari hoaks merupakan fenomena global. Sejumlah negara juga menghadapi tantangan ini.

    "Negara-negara yang mengalami hoaks pemilu dalam enam tahun terakhir, itu belum menemukan formula untuk antisipasinya, atau menjawab, menangkal, mengelola, merespons hoaks pemilu. Rasa-rasanya dari negara tersebut yang kita dapat infonya (hoaks) tidak sedahsyat kita," ujar Viryan.

    KPU pun menggelar FGD untuk mengukur potensi hoaks. KPU berharap hoaks bisa ditekan di pelaksanan pemilu berikutnya.

    "Dengan penelitian atau dengan studi yang muaranya ke depan dimungkinkan hal serupa tak terjadi di pilkada serentak 2020," ujarnya. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id