PKB Bantah Ma'ruf Bagi-bagi Jabatan kepada NU

    Arga sumantri - 26 November 2019 15:22 WIB
    PKB Bantah Ma'ruf Bagi-bagi Jabatan kepada NU
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANT/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yaqut Cholil Qoumas menepis anggapan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bagi-bagi jabatan ke Nahdlatul Ulama (NU) lewat penunjukkan staf khusus (stafsus). Penunjukkan stafsus disebut sesuai kebutuhan.

    "Kalau stafsus ini kan soal kebutuhan ya, mungkin Kiai Ma'ruf ini sebagai Wakil Presiden juga melihat kebutuhan," kata Yaqut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. 

    Yaqut mengatakan delapan stafsus yang ditunjuk Ma'ruf memiliki kualifikasi berbeda. Ia mencontohkan Robikin Emhas yang ahli di bidang hukum dan Imam Azis yang bergelut dengan masalah sosial.

    "Saya kira ini penting. Soal jumlahnya itu dianggap berlebihan, ya relatif saja. Saya kira (ada) kebutuhannya," kata Yaqut.

    Ketua GP Ansor itu menilai wajar jika stafsus Ma'ruf didominasi kalangan NU. Sebab, Ma'ruf merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ma'ruf juga pernah menjadi Rais Aam PBNU. 

    "Tentu Pak Ma'ruf mencari yang paling nyaman buat beliau. Memberi masukan, diskusi dan seterusnya," ujarnya. 

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunjuk delapan staf khusus (stafsus) membantu pekerjaan selama lima tahun ke depan. Salah satunya, Masduki Baidowi yang didapuk sebagai juru bicara wapres.

    Selain Masduki, ada nama mantan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir yang ditunjuk sebagai stafsus bidang reformasi birokrasi dan pendidikan. Stafsus era Wapres Jusuf Kalla, Satya Arinanta, masih dipercaya membantu Ma'ruf Amin di bidang hukum.

    Ma'ruf juga menunjuk Sukriansyah Latief sebagai stafsus di bidang investasi. Sukriansyah merupakan mantan stafsus Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

    Wapres Ma'ruf juga menunjuk Lukmanul Hakim sebagai stafsus bidang ekonomi. Lukmanul sebelumnya aktif sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Ada pula Imam Azis yang dikenal bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, kemiskinan, dan isu hak asasi manusia. Imam diminta mengurusi kemiskinan dan isu stunting (kekerdilan).

    Ketua Harian PBNU Robikin Emhas juga diminta Ma'ruf menjadi stafsus menangani masalah hubungan antarlembaga. Sementara, guru besar hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah Maskyuri Abdillah ditunjuk menjadi stafsus bidang umum.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id