Permenag Majelis Taklim Mengesankan Umat Islam Negatif

    Fachri Audhia Hafiez - 03 Desember 2019 19:04 WIB
    Permenag Majelis Taklim Mengesankan Umat Islam Negatif
    Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) Aceng Zakaria (paling kiri). Foto: Raisan Al Farisi/Antara
    Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) menentang Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Aturan itu dinilai memberi kesan negatif bagi umat Islam.

    "Seolah-olah orang Islam dicurigai dengan adanya kebijakan seperti itu," kata Ketua Umum PP Persis, Ustaz Aceng Zakaria, kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Menurut dia, pemerintah seharusnya tak perlu khawatir dengan keberadaan majelis taklim. Dakwah yang disampaikan pun akan dipertanggungjawabkan sesuai Quran dan hadis.

    "Majelis taklim sudah punya program, sudah punya bahan yang disampaikan begitu, jadi tidak mau seenaknya begitu," ujar Aceng.

    Aceng juga tak sepakat dengan tujuan dikeluarkannya aturannya ini untuk pembinaan. Menurut dia, pembinaan bisa dengan mengajarkan Islam yang sempurna, bukan menghancurkan atau mencurigai.

    "Islam itu rahmatan lil alamamin, rahmat bagi seluruh alam. Bagaimana merealisasikannya kemudian untuk menjembatani antara pemerintah dan aparat keamanan dengan ulama itu saling pengertian," kata Aceng.

    Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Majelis Taklim. Peraturan itu diterbitkan pada 13 November 2019. Pasal 6 ayat 1 PMA 29 Tahun 2019 menyebut majelis taklim wajib mendaftarkan diri ke Kementerian Agama.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id