• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

PKS Sebut Fit and Proper Test Akal-akalan Gerindra

Whisnu Mardiansyah - 07 Desember 2018 12:35 wib
Fungsionaris PKS Suhud Alynuddin - Medcom.id/Nur Azizah.
Fungsionaris PKS Suhud Alynuddin - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuding Partai Gerindra sengaja mengulur waktu pengisian posisi jabatan wakil gubernur DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno. Salah satunya dengan menggelar fit and proper test yang dirasa tidak perlu.

"Fit and proper test tampak seperti akal-akalan untuk menunda proses penggantian wagub DKI," kata Fungsionaris PKS Suhud Alynuddin pada Medcom.id, Jumat, 7 Desember 2018.

Suhud menyebut mekanisme pengisian posisi wagub sejatinya sudah jelas. Hal ini menjadi domain dan wewenang partai pengusung: Gerindra dan PKS. Bukan justru menjaring calon melalui mekanisme fit and proper test

"Hak PKS dan Gerindra untuk mengajukan calon wagub DKI pengganti Pak Sandi untuk diajukan dan dipilih di Paripurna DPRD DKI," tegas Suhud.

(Baca juga: Konflik PKS-Gerindra DKI Dikhawatirkan Pengaruhi Pilpres)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, M Taufik, mengakui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada calon wakil gubernur DKI Jakarta diusulkan partainya. Dia menegaskan itu sudah kesepakatan dengan PKS. 

"Itu hasil kesepakatan kok," tegas Taufik saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 4 Desember 2018.

Taufik menekankan tak perlu ada yang diributkan perihal uji kelayakan dan kepatutan. Sebab, hal itu sudah mendapat persetujuan dengan PKS pada pertemuan yang digelar awal November lalu.

Dia menampik uji ini sengaja dibuat lantaran Partai Gerindra tak legawa memberikan kursi wagub kepada PKS. 

"Bukan begitu, ini kan sudah hasil kesepakatan. Masa mau mengingkari kesepakatan?" tandas dia. 

(Baca juga: Fit and Proper Test Bukan untuk Menjegal)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.