Survei Voxpopuli: 72,8 Persen Setuju Dilakukan Reshuffle Kabinet

    Medcom - 05 Oktober 2020 14:00 WIB
    Survei Voxpopuli: 72,8 Persen Setuju Dilakukan Reshuffle Kabinet
    Kabinet Indonesia Maju. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Voxpopuli Research Center mengeluarkan hasil surveinya terkait kinerja menteri di tengah pandemi covid-19. Hasilnya, 72,8 persen responden setuju dilakukan reshuffle kabinet.
     
    Survei dilakukan pada 11-20 September 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak.
     
    "Selama setahun periode kedua Jokowi, kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden masih tinggi hingga mencapai 64,7 persen," kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Oktober 2020.
     
    Menurut Dika, kebijakan yang diambil Presiden untuk menangani covid-19 masih menjadi opsi terbaik. Sebagai catatan, Presiden telah menerapkan sejumlah langkah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberian bansos, hingga pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap.
     
    Kebijakan itu tidak memuaskan semua pihak, ada 30,6 persen yang menyatakan tidak puas. Alasannya, kasus positif covid-19 masih naik hingga kesulitan ekonomi akibat dampak PSBB. Sisanya 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
     
    Di tengah tingginya kepuasan terhadap Presiden, catatan perlu diberikan kepada para pembantu di kabinet. Setidaknya ada sembilan menteri yang dipandang publik kinerjanya jelek, dengan penilaian di bawah 1 persen.
     
    "Di antara sembilan menteri dengan kinerja terburuk ada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (0,9 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (0,7 persen), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (0,1 persen)," papar Dika.
     
    Ironisnya, kata Dika, peran Terawan yang seharusnya menjadi sentral dalam krisis kesehatan dinilai tidak optimal. Upaya mengendalikan covid-19 justru dilakukan oleh Gugus Tugas atau kini berubah menjadi Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).
     
    “Sementara itu Nadiem dinilai belum ada gebrakan, terlebih di tengah kegiatan sekolah yang terhenti dan kesulitan masyarakat untuk pembelajaran daring,” kata Dika.

    Baca: Jokowi Didesak Segera ‘Tendang’ Menteri Berkinerja Buruk

    Sedangkan Edhy Prabowo dikenal kontroversinya dengan mengizinkan ekspor benih lobster dan lembek dalam mengatasi illegal fishing. Menurut Dika, keputusan Edhy membalikkan kebijakan keras menteri sebelumnya dinilai publik sebagai keputusan yang tidak tepat.
     
    Menteri-menteri lain yang dinilai berkinerja buruk adalah Menteri Agama Fachrul Razi (0,8 persen), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (0,5 persen), Menteri Pariwisata Wishnutama (0,4 persen), dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah (0,3 persen).
     
    Lalu ada Menteri Sosial Juliani P Batubara (0,3 persen) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati (0,2 persen). Selebihnya masih ada sejumlah nama lain yang hanya dinilai 0,1 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 3,0 persen.
     
    "Sebaliknya, sejumlah menteri dinilai berkinerja terbaik, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani (25,3 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (18,8 persen), dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (13,0 persen)," papar Dika.
     
    Dari penilaian itu, responden menyarankan Jokowi mengevaluasi kabinet. “Sebanyak 72,8 persen setuju dilakukan reshuffle kabinet terhadap menteri-menteri yang kinerjanya buruk, hanya 22,3 persen yang tidak setuju, dan 4,9 persen tidak tahu/tidak jawab,” kata Dika.
     
    Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 11-20 September 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id