Pemerintah Diminta Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Honorer

    Anggi Tondi Martaon - 02 Mei 2021 13:51 WIB
    Pemerintah Diminta Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Honorer
    Wakil Ketua Komisi II Syamsurizal. Dok. Istimewa



    Jakarta: May Day atau Hari Buruh Internasional harus dijadikan momentum memperhatikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pemerintah harus meningkatkan status dan kesejahteraan pegawai honorer di berbagai instansi negara.

    "Yang terpenting sejatinya bukan seremonialnya, tapi bagaimana langkah dalam memberikan kesejahteraan terhadap buruh, khusunya tenaga honorer yang ada di instansi pemerintah," kata Wakil Ketua Komisi II Syamsurizal dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mwi 2021.






    Menurut dia, seluruh tenaga honorer, baik tenaga pendidik, kesehatan, penyuluh, dan berbagai jenis honorer di pemerintah pusat serta daerah merupakan buruh negara. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta pemerintah memprioritaskan honorer dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal itu dinilai bentuk penghargaan terhadap pengabdian mereka selama ini.

    "Dengan begitu, negara benar benar hadir. Dan, mereka (tenaga honorer) akan merasakan keadilan," ungkap dia.

    Legislator asal Provinsi Riau itu juga mengaku prihatin dengan nasib tenaga honorer. Khususnya, tenaga kesehatan dan guru di daerah yang tak kunjung diangkat menjadi ASN.

    Baca: Isu THR Masih Jadi Tuntutan Utama Buruh

    Dia berkomitmen memperjuangkan nasib tenaga honorer. Salah satunya mempertahankan pasal-pasal dalam draf RUU revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pro terhadap tenaga honorer tak diubah.

    Dia menyampaikan draf revisi UU ASN memuat pasal-pasal pengangkatan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, hingga tenaga kontrak untuk diangkat menjadi PNS. Klausul itu terdapat di draf pasal 131A. Kelompok yang diangkat menjadi, PNS yaitu pegawai yang sudah bekerja sejak 15 Januari 2014.

    "Saya tidak menjamin ini akan berlaku. Tetapi setidaknya ada hal menggembirakan, ada peluang tenaga honorer bakal diangkat menjadi PNS," sebut dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id