Dipecat DKPP, Ketua KPU Tegaskan Tak Lakukan Kejahatan Pemilu

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Januari 2021 19:50 WIB
    Dipecat DKPP, Ketua KPU Tegaskan Tak Lakukan Kejahatan Pemilu
    KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
    Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman merespons keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat dirinya. Arief merasa tak bersalah.

    “Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan kejahatan pemilu,” kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Januari 2021.

    Arief belum menerima hard copy putusan DKPP. Dia masih menunggu salinan untuk dipelajari lebih lanjut.

    “Nanti kita bersikap kita mau ngapain,” ujar dia.

    Baca: DKPP Pecat Ketua KPU Arief Budiman

    DKPP memberhentikan Arief Budiman sebagai ketua KPU. Arief terbukti melanggar kode etik. Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang etik putusan perkara dengan nomor 123-PKE-DKPP/X/2020. Arief juga mendapat sanksi peringatan keras.
     
    “Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku ketua KPU RI,” tulis putusan DKPP.

    DKPP sempat menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu oleh Arief. Ia diadukan oleh Jupri dengan nomor perkara 123-PKE-DKPP/X/2020.
     
    Jupri melaporkan Arief terkait dugaan pelanggaran etik saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Evi sempat diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020.
     
    Pemohon juga mempermasalahkan keputusan Arief menerbitkan Surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Surat tersebut meminta Evi kembali aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU periode 2017-2022.
     
    Arief Budiman mengaku kehadirannya mendampingi Evi mendaftarkan gugatan pemecatan ke PTUN atas inisiatif sendiri. Dia tak bertindak sebagai perwakilan KPU.
     
    "Institusi (KPU) tidak pernah menugaskan saya ke sana. Kami (komisioner) tidak pernah membahas datang ke sana atau tidak. Itu murni saya berempati dengan yang bersangkutan," ujar Arief dalam persidangan yang digelar DKPP secara virtual, Rabu, 18 November 2020.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id