UU Ketahanan Keluarga Dinilai Tak Perlu Ada

    Anggi Tondi Martaon - 22 Februari 2020 19:57 WIB
    UU Ketahanan Keluarga Dinilai Tak Perlu Ada
    Ilustrasi keluarga bahagia. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Wakil Ketua Sekolah Hukum Jentera, Bivitri Susanti, mengkritisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Tidak semua persoalan sosial harus diselesaikan negara.

    "Tidak hanya pasal per pasal, menurut saya UU itu tidak perlu ada," kata Bivitri di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Aturan tersebut akan sulit diimplementasikan. Misalnya, aturan keluarga wajib lapor dan rehabilitasi bagi anggota keluarga yang memiliki penyimpangan seksual. Pengawasannya akan sulit.

    "Bayangkan emang ada 'Tok tok tok maaf ya pak bu saya sebenernya kelainan seksual lho'. Bisa berjalan enggak pasal begitu?" ungkap Bvitri.

    Baca: Legislator NasDem Sebut RUU Ketahanan Keluarga Abaikan HAM

    Dia sangat mendukung jika pembahasan RUU Ketahanan Keluarga tidak disetop. Sebab, dia menganggap aturan ini tak masuk skala prioritas untuk dibahas.

    "Kalo bicara hukum, UU apa yang mesti dibuat. Masih banyak persoalan lain yg harus kita cermati," ujar dia

    Baca: Psikolog Sebut RUU Ketahanan Keluarga Lecehkan Perempuan



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id