Sejarah Kelam G30S/PKI Tak Surutkan Soekarno Terbitkan Buku Masak

    Wandi Yusuf - 24 September 2020 14:13 WIB
    Sejarah Kelam G30S/PKI Tak Surutkan Soekarno Terbitkan Buku Masak
    Buku Mustika Rasa memiliki tebal 7 sentimeter dan terdiri atas 1.123 halaman. Buku ini berisi 1.600 resep makanan dari Sabang hingga Merauke. Foto: Tony Antique
    Jakarta: Sejarah kelam gerakan 30 September 1965 yang disebut-sebut digagas Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) tak membuat pemerintah surut menelurkan gagasan. Presiden Soekarno yang saat itu memimpin, tetap meminta agar Kementerian Pertanian menerbitkan buku masak nasional.

    Buku masak nasional itu diberi judul Mustika Rasa. Buku itu murni ide dari Soekarno dan terbit dua tahun setelah peristiwa G30S/PKI.

    Mustika Rasa merupakan buku kumpulan resep asal Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Buku ini terdiri atas 1.600 resep. Pembuatan buku ini digagas Soekarno pada 1960. Saat itu, Soekarno memerintahkan Menteri Pertanian Brigadir Jenderal Azis Saleh untuk mengumpulkan semua resep masakan yang ada di Indonesia.

    Catatan Sejarawan Fadly Rahman dalam Jejak Rasa Nusantara mengatakan buku itu lahir di tengah kestabilan politik, ekonomi, dan merosotnya kondisi pangan sejak 1965 hingga 1967. Masa ketika PKI dinyatakan sebagai partai terlarang.

    "Meski kondisi negara dalam keadaan tidak stabil, tahap penyelesaian buku masak Indonesia harus tetap berjalan. Panitia Penjelasan Buku Masakan Indonesia pun dibentuk dengan tugas mengurus segala persoalan teknis sebelum buku masak itu terbit ke pasaran," demikian tulis Fadly merujuk pada kondisi politik pada masa itu.

    Baca: Saat PKI Bangkit, Indonesia Tengah Dilanda Kelaparan

    Kenapa Soekarno amat terobsesi menerbitkan buku Mustika Rasa? Selain untuk mencoba keluar dari jeratan kelaparan, buku ini ingin memberikan alternatif bahan makanan yang bisa diolah dan berfaedah.

    "... supaja kookboek (buku masakan) itu merupakan penundjuk djalan bagi Rakjat Indonesia didaerah manapun, bagaimana bahan2 makanan jang terdapat didaerahnja itu dapat diolah mendjadi makanan lezat jang berfaedah," demikian pengantar dalam buku Mustika Rasa yang disusun Harsono Hardjohutomo itu.

    Harsono adalah staf di Kementerian Pertanian saat itu. Bersama Sunardjo Atmodipuro, ia diperintahkan Menteri Pertanian Brigadir Jenderal Azis Saleh untuk memulai proyek pembuatan buku masakan nusantara.

    "Pada 12 Desember 1960, Azis Saleh mengirimkan memo kepada staf di kementeriannya (Harsono dan Sunardjo) mengenai hasil pembicaraannya dengan Presiden Soekarno. Isinya adalah instruksi agar Lembaga Teknologi Makanan (LTM) menyusun suatu buku masak yang lengkap untuk seluruh Indonesia," tulis Fadly melalui buku Jejak Rasa Nusantara.

    Baca: Sutradara Dokumenter G30S/PKI Tewas di Turki, Penyelidikan Dilakukan

    Pada 8 Februari 1967, buku Mustika Rasa akhirnya terbit. Dalam akhir pengantar buku, Harsono mengatakan bahwa pengerjaan buku ini selaras dengan ideologi Pancasila. Ini tecermin dari 1.600 resep masakan dari Sabang sampai Merauke yang terangkum di dalam buku itu.

    "Menambah rasa menghargai antardaerah dan rasa persatuan antarbangsa," tulis Menteri Pertanian Sadjarwo Djarwonagoro saat buku itu terbit. Sadjarwo menjadi menteri menggantikan Azis Saleh yang sebelumnya diserahi mandat Soekarno untuk menggarap Mustika Rasa. 

    Ironisnya, tahun dan bulan penerbitan buku Mustika Rasa ini bertepatan dengan penyerahan kekuasaan Presiden Soekarno kepada Soeharto. Penyerahan kekuasaan itu berlangsung pada 20 Februari 1967.

    "Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, 'buku masak Indonesia' pertama yang dicita-citakan Soekarno ini patut dicatat sebagai suatu perkembangan paling revolusioner dalam sejarah makanan di Indonesia," tulis Fadly.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id