GBHN Disebut Identik dengan Rezim Otoriter

    Arga sumantri - 15 Agustus 2019 10:21 WIB
    GBHN Disebut Identik dengan Rezim Otoriter
    Pengamat Kebijakan Publik Ali Munhanif. (Foto: MI/Adam Dwi)
    Jakarta: Pengamat Kebijakan Publik Ali Munhanif menilai tidak ada alasan kuat jangka panjang untuk melakukan amendemen terbatas UUD 1945. Terlebih, jika sekadar memberi kewenangan merumuskan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

    "GBHN itu kan dulu merupakan ciri kelembagaan dari arah pembangunan di bawah rezim otoritarianisme," kata Ali kepada Medcom.id, Kamis, 15 Agustus 2019. 

    Ia menilai bila GBHN didorong kembali ke dalam UUD 1945 justru menjadi bentuk kemunduran negara dari cita-cita demokrasi. Sebab, implikasi GBHN sangat besar secara kelembagaan. 

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan ide amendemen terbatas akan memunculkan pertanyaan siapa yang berwenang merumuskan GBHN. Artinya, turunan amendemen terbatas bakal memunculkan kembali lembaga tertinggi negara. Ia khawatir bila wacana ini disepakati akan muncul otoritarianisme baru dalam proses bernegara.

    Baca juga: Asal Mula Usulan Amendemen Terbatas UUD 1945

    "Useless kalau ada amendemen UUD 1945 dengan GBHN tanpa mencanangkan muncul institusi baru, yang berhak mendapatkan kewenangan merumuskan GBHN," jelasnya. 

    PDI Perjuangan getol menyuarakan amendemen terbatas UUD 1945 di periode kepengurusan parlemen mendatang. Draf amendemen terbatas ini tengah dibahas.
     
    Salah satu tujuannya, ingin menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Untuk mengembalikan GBHN diperlukan penguatan fungsi MPR. 

    Menyetujui kembalinya GBHN bisa membuka pintu amendemen lain, yaitu mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Jika presiden kembali menjadi mandataris MPR, pemilihan presiden cukup dilakukan sekelompok politikus, seperti pada era Orde Baru. Masa jabatan presiden juga tidak dibatasi.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id