ASN Indonesia Emas 2045 Mulai Dipoles

    Kautsar Widya Prabowo - 11 Desember 2019 14:02 WIB
    ASN Indonesia Emas 2045 Mulai Dipoles
    Deputi bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN Basseng. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar sekolah kader untuk aparatur sipil negara (ASN) sebagai implementasi mewujudkan Indonesia emas pada 2045. Sekolah itu didesain melahirkan ASN dengan mutu serta daya saing tinggi. 

    Deputi bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN Basseng menyebut Presiden Joko Widodo telah memberikan gambaran kondisi Indonesia pada 2045. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) hingga sistem birokrasi penunjang roda pergerakan ekonomi harus mulai ditata. 

    "(Di) 2045 Indonesia menjadi negara ekonomi terkuat ke-lima tingkat global, income per kapita Rp27 juta (per bulan) setiap orangnya. Itu kondisi negara kita nantinya," kata Basseng dalam seminar 'Peran Strategis Sekolah Kader Menuju Indonesia Emas 2045' di Gedung LAN, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019.

    Ia menekankan ASN berkualitas akan membuat sistem birokrasi berjalan baik. Hal ini bakal merembet kepada sistem perekonomian yang bergerak positif seiring kepuasan pelaku usaha atas pelayanan birokrasi.

    "Untuk menemukan sumber daya manusia yang berkualitas dengan sekolah kader dikenal kata bijak, sumber daya lain hanya bisa menghasilkan kemungkinan, hanya sumber daya manusia menghasilkan kepastian," tutur dia.

    Basseng menyebut di periode kedua Presiden Joko Widodo telah menunjukkan pemilihan SDM unggul yang ditempatkan dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Salah satunya, mengangkat bos Gojek Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan. 

    "Menteri pendidikan merupakan talenta keberhasilan dalam bisnis, talenta itu bisa masuk dalam sektor publik, untuk mendukung Indonesia emas 2045," ucap dia.

    Sekolah kader diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. LAN menjadi lembaga yang berwenang menjalankan pengkajian, pendidikan, dan pelatihan ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2015 tentang ASN serta menyiapkan sejumlah materi bahan kebijakan sekolah kader. 

    Sementara itu, Indonesia emas 2045 menjadi salah satu perhatian Jokowi pada pemerintahannya ke depan. Jokowi menekankan Indonesia harus bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah pada usia ke-100 nanti. 

    Indonesia, menurut dia, seharusnya menjadi negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun, atau Rp27 juta per kapita per bulan. Di 2045, Indonesia harus masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. 

    Ia juga menargetkan produk domestik bruto (PDB) pada 2045 mencapai USD7 triliun atau Rp99.000 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD). Masyarakat pun diminta mendobrak rutinitas.
     
    Jokowi mengatakan dalam dunia yang penuh risiko, dinamis, dan kompetitif, Indonesia harus terus mengembangkan cara-cara baru dan nilai-nilai baru. Jangan sampai terjebak dalam rutinitas yang monoton.
     
    Kepala Negara menyebut pembangunan SDM menjadi salah satu prioritas pemerintahan lima tahun ke depan. Pasalnya, Indonesia butuh SDM yang berkualitas untuk menjadi bangsa yang maju.

     



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id