Komisi II Nilai Revisi UU Pilkada Tidak Memungkinkan

    Whisnu Mardiansyah - 01 Agustus 2019 15:17 WIB
    Komisi II Nilai Revisi UU Pilkada Tidak Memungkinkan
    Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron. (Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi II DPR Herman Khaeron menilai revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak memungkinkan dilakukan oleh anggota Dewan periode saat ini. Karena masa periode legislator saat ini tinggal beberapa bulan. 

    "Ini kalau dalam konteks pilkada serentak itu akan berlangsung pada tanggal 23 September 2020 dan ditarik mundur untuk batas waktu nanti mulai pendaftaran itu Maret," kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Maret 2019.

    Menurut dia, pembahasan revisi UU Pilkada paling memungkinkan dibahas oleh legislator pada periode mendatang. Khususnya, revisi untuk mengatur larangan mantan koruptor mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah. 

    "Rasanya tidak akan cukup (kalau dibahas sekarang) karena prolegnas dan prioritas juga baru akan ditetapkan pada 2020," ucap Herman. 

    Menurut dia, aturan larangan mantan koruptor tersebut bisa dimasukan ke dalam UU Pilkada. Namun, aturan itu juga bisa diatur di dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) jika mendesak.

    "Peraturan KPU tersebut bertentangan dengan UU dan membutuhkan revisi tentu tinggal Perppu dan kalaupun akan menyusun revisinya tentu akan dilakukan di periode yang akan datang," pungkas dia. 

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana melarang mantankoruptor maju dengan calon calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020. Mereka ingin mengatur pelarangan itu ke dalam PKPU tentang pencalonan kepala daerah. 

    "KPU siap mengubah PKPU Pencalonan, terkait mantan napi korupsi dilarang mencalonkan diri sebagai kepala daerah," kata Komisioner KPU Viryan Aziz.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id