• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jokowi Serius Menyelesaikan Kasus HAM

Achmad Zulfikar Fazli - 14 September 2018 19:03 wib
Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma
Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Presiden Joko Widodo serius dan berkomitmen menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Semua kasus akan diselesaikan secara bertahap.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengakui banyak kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas, di antaranya kasus penculikan mahasiswa 1998, kasus kematian aktivis HAM Munir Said Thalib serta penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, dia meyakini kasus-kasus itu akan diselesaikan Presiden Joko Widodo.
 
"Kalau bicara HAM akan kembali ke belakang lagi. Banyak hal ya. Tentu semua akan kita selesaikan satu-satu," kata Irma seusai diskusi di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.
 
Menurut dia, penyelesaian kasus HAM tidak mudah. Pemerintahan Jokowi belum menyelesaikan kasus itu karena ada berbagai petimbangan. Salah satunya menjaga suasana yang kondusif.

Baca: Jokowi Diminta Mendesak Kejagung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Menurut dia, Jokowi sebetulnya bisa menyelesaikan kasus ini dengan tangan besi dan cepat selesai. Namun, Jokowi tak mau melakukan itu supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
 
"Kalau kita selesaikan secara cepat nanti dibilang ini ada unsur politiknya," ucap dia.
 
Dia menilai posisi pemerintah serba salah dalam penyelesaian kasus HAM ini. Pemerintah akan disudutkan jika tidak segera menyelesaikannya. Namun, pemerintah akan dicap mengintervensi jika mengebut pengungkapan kasus itu.
 
"Ya seperti yang saya bilang, kalau pemerintah melakukan penegakan hukum yang sesuai UU dianggap represif. Dianggap Presiden intervensi. Itu kan sudah terjadi. Digoreng-goreng. Jadi serba salah," kata dia.
 
Politikus NasDem itu tak mau berbicara banyak masalah penyelesaian kasus HAM. Pasalnya, masih banyak yang harus terbongkar dan tidak konstruktif.
 
Saat ini, menurut dia, semua pihak harus menjaga situasi yang kondusif. Terutama, dalam menghadapi Pilpres dan Pemilu 2019.
 
"Saya bilang tadi, kalau dibongkar, enggak kondusif nih, akan terjadi ribut kan. Sekarang yang mau kita tuju adalah pilpres aman, damai, sejahtera. Setelah itu baru kita masuk penegakan hukumnya. Kalau sekarang jangan lah. Nanti goreng menggoreng kan enggak baik. Mempolitisasi itu kan engggak bagus," pungkas dia


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.