comscore

Narasi Ada People Power Jika Uji Materi PT Ditolak MK Dinilai Menyesatkan

Whisnu Mardiansyah - 08 Juni 2022 22:20 WIB
Narasi Ada <i>People Power</i> Jika Uji Materi PT Ditolak MK Dinilai Menyesatkan
Mahkamah Konstitusi. Foto: Dok Medcom.id
Jakarta: Narasi tentang adanya people power yang dilontarkan Ketua DPD RI La Nyalla Mataliti jika gugatan uji materi ambang batas presiden (PresidentialThreshold) ditolak Mahkamah Konstitusi dinilai opini menyesatkan. Narasi ini dinilai tidak relevan.

"Apa hubungannya menggugat Presidential Threshold ke MK dengan people power untuk menghentikan pemerintahan Jokowi? Ketua DPD La Nyalla menarasikan jika gugatan terkait Presidential Threshold ditolak MK kemudian rakyat ingin people power, dirinya tidak berhak menghalangi," kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi di Jakarta, Rabu, 8 Juni 2022.
Sebagai negara hukum, semestinya seorang Ketua DPD kata Teddy mengerti produk hukum. Gugatan uji materi adalah konstitusional dan apapun keputusannya final dan mengikat.

"Pernyataan La Nyalla selain merasa pemilik atas kebenaran tafsir di negara ini, juga menarasikan tentang people power terhadap Eksekutif," ujarnya.

Baca: 47,2% Publik Tak Setuju Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

Menurut Teddy, MK adalah lembaga yudikatif yang tidak bisa diintervensi oleh presiden sekalipun. Apapun hasil keputusan MK tak ada kaintannya dengan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Jadi apa urusannya putusan MK dengan dengan pemerintahan Jokowi? Sejak kapan Pemerintah Jokowi yang menilai dan memutuskan gugatan? Atau La Nyalla sama sekali tidak mengerti hal mendasar itu?," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPD RI La Nyalla melontarkan akan memperjuangkan penghapusan PT 20 persen. Menurut dia, aturan itu bentuk ketidakadilan seseorang yang ingin maju sebagai calon presiden.

"Kita harus punya satu keyakinan akan menang di MK dan pasal 222 dicabut oleh MK. Saya tidak mau berandai-andai, jika ditolak. Karena artinya dia sengaja menghancurkan Indonesia. Kalau ditolak itu menjadi trigger munculnya people power. Tugas rakyat memperjuangkan semua ini," ujar La Nyalla.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id