64% Masyarakat Puas Terhadap Kepemimpinan Joko Widodo

    Atalya Puspa - 05 November 2020 00:31 WIB
    64% Masyarakat Puas Terhadap Kepemimpinan Joko Widodo
    Presiden Joko Widodo dan jajarannya ANT/Puspa P
    Jakarta: Indo Barometer merilis hasil survei yang dilakukan Indo Barometer pada 10-17 Oktober 2020 terkait persepsi masyarakat terhadap satu tahun kepemimpinan Joko Widodo. Sebanyak 64 persen masyarakat menyatakan puas terhadap pemerintahan Jokowi di periode kedua.

    "Mayoritas masyarakat puas karena kerja nyata, merakyat, dan banyak pembangunan infrastruktur," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam Webinar Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret, Rabu, 4 November 2020.

    Angka kepuasan itu meningkat dibandingkan masa kepempimpinan Joko Widodo pada periode pertama, yakni 46%. "Ini karena pada 2015 ada krisis ekonomi. Sementara saat ini masyarakat lebih melihat situasi dan kondisi ekonomi saat ini disebabkan oleh faktor eksternal (covid-19)," katanya.

    Sementara itu, sebanyak 77 persen masyarakat juga mengaku puas terhadap sistem demokrasi pada pemerintahan Jokowi. Masyarakat bebas mengeluarkan pendapat dan bebas memimpin.

    "Sebaliknya, ada 11 persen yang tidak setuju karena menganggap bahwa pemerintahan Jokowi kurang berpihak pada rakyat kecil," bebernya.

    Baca: Masyarakat Lebih Puas Kinerja Kementerian daripada Menteri

    Permasalahan paling penting yang dihadapi Indonesia saat ini berdasarkan survei, yakni perekonomian rakyat sebesar 28,6 persen. Kemudian, lapangan pekerjaan sebesar 20,2 persen, kestabilan harga bahan pokok 10,9 persen, masalah kesehatan dan penanganan covid-19 10,3 persen, dan bantuan rakyat kecil atau bansos 6,4 persen.

    Qodari menyampaikan kondisi ini mirip jika dibandingkan dengan survei pada September 2015. Saat itu, masyarakat juga menyebut permasalahan terpenting adalah perekonomian sebesar 37,2 persen. Kemudian, masyarakat yang mengaku sulit mendapatkan lapangan pekerjaan sebanyak 13,3 persen, harga kebutuhan pokok mahal 12,3 persen, meningkatnya korupsi 12,3 persen, dan kemiskinan 3,7 persen.

    Perbedaannya, lanjut Qodari, permasalahan perekonomian Indonesia pada 2015 disebabkan krisis ekonomi. Sedangkan pada tahun ini akibat pandemi covid-19.

    "Jadi, baik di awal satu tahun periode pertama maupun periode kedua, isu terbesar yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi masihlah masalah-masalah ekonomi," bebernya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id