Lodewijk Dipercaya Lagi Jadi Sekjen Golkar

    Arga sumantri - 06 Desember 2019 04:15 WIB
    Lodewijk Dipercaya Lagi Jadi Sekjen Golkar
    Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus (kiri) memberikan pernyataan jelang Pilkada serentak di Kantor DPP Golkar, Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro.
    Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto membocorkan beberapa nama yang akan membantunya di kepengurusan periode 2019-2024. Salah satunya yaitu posisi Sekretaris Jenderal Golkar yang tetap diberikan kepada Lodewijk Friedrich Paulus. 

    "Saya akan dibantu kader Partai Golkar yang tidak pernah minta apa-apa yaitu Pak Sekjen Lodewijk Paulus," kata Airlangga saat pidato di malam penutupan Munas X Golkar, Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Airlangga juga membeberkan tokoh senior Golkar yang bakal duduk di jajaran kepengurusan. Airlangga mengaku sudah mengomunikasikan hal ini kepada Bambang Soesatyo, kader yang juga sempat jadi pesaing Airlangga di pemilihan ketum Golkar.

    Airlangga menyampaikan tokoh yang akan mendampinginya dalam kepengurusan yaitu Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina. Kemudian, ada Ketua Dewan Kehormatan yang diisi Akbar Tanjung dan Ketua Dewan Pakar diisi Agung Laksono. Nama dan jabatan di tingkat elite Golkar ini tidak berubah dari periode sebelumnya. 

    Ada juga posisi Ketua Dewan Etik yang diisi M Hatta. Posisi ini sebelummya bernama Majelis Etik.

    Sejatinya, ada satu posisi lagi di jajaran elite kepengurusan Golkar, yaitu jabatan Dewan Penasihat. Namun, Airlangga belum memberitahukan nama yang akan mengisi jabatan ini. Dua nama yang santer bakal mengisi posisi tersebut yaitu eks Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga tokoh senior Golkar Luhut Binsar Panjaitan. 

    Airlangga menjelaskan sisa anggota kepengurusan DPP Golkar periode 2019-2024 akan ia susun bersama tim formatur. Ada tiga nama yang masuk jajaran formatur, yaitu Ahmad Doli Kurnia mewakili wilayah barat, Zainudin Amali mewakili wilayah tengah, dan Melki Laka Lena mewakili wilayah timur.

    Meski belum lengkap, kata Airlangga, DPP Golkar tetap bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Airlangga diberi tenggat 60 hari merampungkan struktur 'kabinet' nya lima tahun mendatang.

    "Dengan demikian maka organisasi bisa langsung bekerja selepas Munas," ujarnya. 



    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id