Parpol Eks Koalisi Prabowo Diharapkan Tetap Solid di Parlemen

    Intan Yunelia - 30 Juni 2019 04:43 WIB
    Parpol Eks Koalisi Prabowo Diharapkan Tetap Solid di Parlemen
    Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera - MI/Atet Dwi P.
    Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berharap partai politik yang pernah tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap solid di parlemen. Komunikasi sesama parpol pengusung harus tetap berjalan koalisi secara resmi telah dibubarkan.

    “PKS tentu ingin mencoba agar koalisi yang bertransformasi ini tetap dapat efektif untuk mengontrol pemerintahan. Maka musyarawah akan dijalankan bersama-sama selalu," kata Mardani dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Juni 2019.

    Menurut Mardani, Partai Gerindra atau PAN boleh saja tidak sepakat dengan usulan itu. Namun, menurut dia, PKS akan terus menjaga konsolidasi dengan partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Adil dan Makmur.  

    Ia menambahkan lima partai yang sudah bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) sudah melakukan yang terbaik. Walaupun tidak mendapat hasil sesuai yang dinginkan. Namun, ia berharap semua parpol harus kembali merajut hubungan agar tetap terus sejalan demi kepentingan bangsa. 

    “Sekarang kita semua mandatnya itu sudah selesai dan dikembalikan. Konsolidasi di partai masing-masing,” ujar Mardani.

    Koalisi Prabowo-Sandi resmi dibubarkan. Hal tersebut dilakukan usai pertemuan internal dengan lima pengurus parpol politik yang mengusung Prabowo-Sandi. 

    “Tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai, oleh karena itu sejak hari ini beliau (Prabowo Subianto) menyampaikan terima kasih dan koalisi Adil dan Makmur selesai, begitu juga dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, selesai,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.
     
    Muzani menegaskan keputusan tersebut diambil Prabowo usai mengetahui hasil Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres. Muzani mengatakan Prabowo membebaskan partai politik menentukan sikap politiknya masing-masing.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id