comscore

Demokrasi Berbasis Pancasila Paling Cocok untuk Indonesia

Theofilus Ifan Sucipto - 09 Desember 2021 09:08 WIB
Demokrasi Berbasis Pancasila Paling Cocok untuk Indonesia
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dalam diskusi terkait demokrasi, Rabu, 9 Desember 2021. Foto: Istimewa
Jakarta: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menilai demokrasi berbasis Pancasila paling cocok diterapkan di Indonesia. Sistem demokrasi mesti disesuaikan dengan konteks bernegara di Tanah Air.

“Demokrasi yang mengedepankan nilai ketimuran dan Pancasila lebih baik dari demokrasi liberal atau kebarat-baratan,” kata Emil dalam diskusi bertajuk 'Demokrasi Timur Berjaya (?)' di Jakarta Pusat, Rabu, 8 Desember 2021.

 



Menurut dia, sejarah membuktikan setiap presiden Indonesia lahir dari sebuah narasi. Hal itu dialami mulai dari Presiden ke-1 Soekarno hingga Presiden ke-7 Joko Widodo.

“Demokrasi kita harus dijalankan sesuai dengan nilai gotong royong, kolaborasi, dan kesantunan,” papar Emil Dardak.

Baca: Yuk! Pahami Arti Kelima Sila dalam Pancasila

Senada, Head of the Department of Politics and Social, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Arya Fernandes, menyebut demokrasi di Amerika Serikat (AS) justru mengalami kemunduran. Hal itu sesuai hasil riset Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA).

Bahkan, survei The Institute of Politics, Harvard Kennedy School, menunjukkan 52 persen kaum muda AS percaya demokrasi di negaranya bermasalah. Sebagian dari mereka menilai demokrasi AS gagal dan rentan konflik.

“Ada demokrasi di timur, itu demokrasi juga. Terminologi timur harus ditarik ke analogi demokrasi timur itu sendiri. Demokrasi tidak boleh mengikat janji dan tidak boleh ada syarat tambahan,” jelas Arya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menuturkan demokrasi hendaknya tidak memiliki kiblat tertentu. Demokrasi harus pluralistik.

“Seharusnya tidak ada standar yang seragam dalam demokrasi. Ada demokrasi barat, begitu pun ada demokrasi timur,” ucap Nasir.

Diskusi 'Demokrasi Timur Berjaya (?)' dimoderatori Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar. Acara ini dihadiri Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), serta media massa.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id