Keterlibatan BTP dalam Pemerintahan di Mata Generasi Z

    Surya Perkasa - 26 November 2019 15:26 WIB
    Keterlibatan BTP dalam Pemerintahan di Mata Generasi Z
    Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Antara/ Wahyu Putro A
    Jakarta: Sejumlah tokoh diinginkan diharapkan Generasi Z masuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Berdasarkan jajak pendapat Indonesian Popular Survey (IPS) Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama tokoh yang paling diharapkan muda-mudi yang lahir dalam rentang 1997-2012 terlibat di lingkaran kekuasaan.

    Berdasarkan riset tersebut, sosok BTP jauh mengalahkan tokoh lain. "54 persen Generasi Z menginginkan Basuki Tjahaja Purnama masuk jajaran pemerintahan Jokowi-Maruf. Selain itu, ada nama Ridwan Kamil dengan persentase 11 persen dan diikuti pula oleh Sandiaga Uno dengan 8,2 persen," kata Direktur IPS Silvanus Alvin dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Selasa, 26 November 2019.

    Salah satu alasan BTP mendapat dukungan dari Generasi Z, lanjut Alvin, disebabkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu di media sosial. Usai keluar menjalani masa hukuman, BTP membuat vlog bersama anaknya sembari melihat Simpang Susun Semanggi.

    “Jadi Generasi Z itu sedang bersenang hati karena terpilihnya BTP jadi Komisioner Utama Pertamina,” tutur Alvin.

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie juga didukung 7,8 persen Generasi Z. Menyusul Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani dengan 7,4 persen dukungan.

    Sifat yang Diminati Generasi Z

    Peneliti IPS Teguh Hidayatul Rachmad juga meneliti karakter pejabat di pemerintahan Jokowi yang diinginkan Generasi Z. Hasilnya, Generasi Z menginginkan para pejabat itu mempunyai sifat jujur dengan 36,9 persen, antikorupsi (33,1 persen), dan visioner (14,2 persen).

    “Temuan ini penting bahwa Generasi Z itu tidak mau pemimpin yang suka berbohong. Nah, kalau sudah suka berbohong pasti ujungnya itu bisa melakukan praktik korupsi. Sehingga jujur dan anti-korupsi ini tali temali,” tegas Teguh.

    Jajak pendapat ini dilakukan selama dua minggu, dimulai pada 11 November hingga 22 November 2019. Metode dari jajak pendapat menggunakan purposive random sampling, yakni metode pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang bisa mewakili populasi.

    Setiap wilayah Jabodetabek mempunyai proporsi sampel yang seimbang. Jumlah responden dari jajak pendapat ini berjumlah 537 orang generasi Z yang berada di wilayah Jabodetabek. Semuanya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.





    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id