comscore

5 Kriteria Calon Anggota KPU-Bawaslu yang Dicari Komisi II

Anggi Tondi Martaon - 12 Februari 2022 12:24 WIB
5 Kriteria Calon Anggota KPU-Bawaslu yang Dicari Komisi II
Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah
Jakarta: Seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal memasuki tahap akhir, yaitu uji kepatutan dan kelayakan. Ada beberapa kriteria yang akan dilihat Komisi II DPR  dalam tahapan tersebut.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyampaikan kriteria pertama yang akan dilihat, yaitu integritas calon. Komisi II tak ingin penyelenggara pemilu periode selanjutnya terjebak masalah, baik etika maupun hukum.
"Bahkan tidak hanya di kabupaten/kota, tapi KPU pusat sendiri terkena masalah etik," kata Doli dalam diskusi virtual saat dikutip dari YouTube Para Syndicate, Sabtu, 12 Februari 2022.

Kriteria kedua adalah kapabilitas para calon. Komisi yang membidangi pemerintahan dalam negeri itu berharap penyelenggara nanti adalah orang-orang yang betul-betul cakap dan memahami soal kepemiluan dari aspek konsepsional hingga teknis.

"Jadi bukan orang-orang yang tidak memahami sama sekali. Dari berbagai aspek, baik aspek hukum, politik, dan seterusnya," kata dia.

Ketiga adalah profesionalitas calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027. Hal ini menjadi penting agar mereka tetap independen meski berkomunikasi dengan pihak terkait, terutama peserta pemilu.

"Mereka harus bisa menenpatkan diri sebagai orang yang bisa berkomunikasi, tetap menjaga independensi, imparsial," ucap dia.

Komisi II juga menginginkan calon penyelenggara selanjutnya lebih inovatif dan kreatif. Sehingga, pelaksanaan pesta demokrasi ke depan lebih maju dan memudahkan pemilih memberikan hak konstitusionalnya.

"Tentu kita berharap pemilu ini menjadi terbuka untuk menggunakan perkembangan teknologi, ada proses digitalisasi dan elektronis," ujar dia.

Baca: Pemilihan Anggota KPU-Bawaslu Diharapkan Perhatikan Keterwakilan Perempuan

Terakhir dan tak kalah penting, yaitu memiliki fisik dan mental yang kuat. Apalagi penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat nasional dibarengi dengan pelaksanaan pilkada di seluruh Indonesia.

Dia tak ingin pengalaman Pemilu Serentak Nasional 2019 kembali terulang. Korban jiwa dari pihak penyelenggara harus diminimalkan.

"Apalagi, sekarang kerjanya makin berat, ini tak berlaku hanya untuk KPU saja, tetapi juga ke tingkat bawah, orang-orang yang punya mental dan fisik yang kuat," ujar dia.

Sebelumnya, Komisi II telah menetapkan jadwal uji kepatutan dan kelayakan anggota KPU-Bawaslu 2022-2027. Tahapan akhir tersebut dilakukan pada 14-16 Februari 2022.

Setelah itu, hasil uji kepatutan dan kelayakan akan disampaikan dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang Ke-III Tahun 2021-2022. Kemudian, DPR bakal mengirimkan nama anggota KPU-Bawaslu terpilih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id