Reshuffle Kabinet Tidak Boleh Berdasarkan Survei

    Anggi Tondi Martaon - 04 Juli 2020 15:25 WIB
    Reshuffle Kabinet Tidak Boleh Berdasarkan Survei
    Presiden Joko Widodo dan jajarannya/ANT/Puspa P
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan bijak jika ingin me-reshuffle kabinet. Reshuffle diharap tidak mengacu pada hasil survei.

    "Kalau (penyederhanaan) kementerian dan nama (menteri) Pak Jokowi jangan percaya survei," kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual Polemik Trijaya Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Anggota Komisi II itu menilai hasil survei tidak bisa menjadi pegangan dalam pengambilan keputusan, terutama politik. Sebab, bisa dibantah dengan hasil survei tandingan.

    "Tapi Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer) keluarin (survei), Yunarto (Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia) keluarin (survei), Masinton (politikus PDIP) keluarin juga bisa itu," kata dia.

    Mardani menyampaikan setidaknya ada dua hal yang harus menjadi pertimbangan Jokowi dalam merombak kabinet. Yakni komitmen dan kompetensi yang dipecat atau diangkat menjadi menteri.

    "Jadi jangan percaya survei. itu masukan saja," ujar dia.

    Baca: Presiden Diusulkan Copot Menkes dan Mendikbud

    Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terkait kinerja Kabinet Indonesia Maju (KIM) selama pandemi virus korona. Survei tersebut juga mencantumkan penilaian responden sosok menteri yang paling layak di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyampaikan, setidaknya ada 10 favorit responden agar dicopot dari menteri. Pertama yaitu Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

    "Ada 64,1 persen, dinyatakan paling layak dilakukan reshuffle," kata Dedi di diskusi virtual Polemik Trijaya Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu, 4 Juli 2020.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id