Anak dan Perempuan Eks ISIS Dinilai Pantas Dipulangkan

    Zaenal Arifin - 14 Februari 2020 02:14 WIB
    Anak dan Perempuan Eks ISIS Dinilai Pantas Dipulangkan
    Politikus PKS Nasir Djamil. Foto: Medcom/Zaenal Arifin
    Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil meminta pemerintah menimbang memulangkan perempuan dan anak eks anggota ISIS. Ia menilai kaum perempuan dan anak hanya korban.

    "Tolong perhatikan yang anak-anak dan perempuan, karena mereka kan sebenarnya tidak tahu apa-apa, mereka dibawa oleh orang tua mereka, dibawa oleh suami mereka," kata Nasir Djamil di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

    Nasir menuturkan negera lain seperti Amerika Serikat dan Australia masih mau memulangkan warganya yang pernah menjadi anggota ISIS. Menurut Nasir, pemulangan WNI eks ISIS, khususnya perempuan dan anak bisa dilakukan, namun tetap dengan pengawasan ketat.

    "Tapi tetap harus ada pengawalan terhadap mereka (WNI eks ISIS) jangan dibiarkan juga, karena apapun juga mereka sudah terkontaminasi (doktrin radikal)," kata anggota Komisi III DPR itu.

    Nasir mengatakan pemerintah perlu menyiapkan program untuk menghilangkan paham radikal WNI eks ISIS itu setelah kembali ke Tanah Air.

    "Harus dilakukan upaya semacam pengawalan bagaimana supaya mereka bisa sadar kembali menjadi WNI. Salah satunya deradikalisasi," ujarnya.

    Anak dan Perempuan Eks ISIS Dinilai Pantas Dipulangkan
    Ilustrasi. Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP

    Pemerintah memastikan tidak akan memulangkan 689 WNI eks ISIS yang ada di Suriah. Pemerintah akan menindak tegas eks ISIS yang masuk ke Indonesia lewat jalur tikus.
     
    "Kalau lewat jalur tikus ya ditangkap. Yang masalah itu kalau mereka ada yang menyembunyikan paspor, pura-pura paspornya dibakar," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

    Mahfud menjelaskan pemerintah menolak pemulangan foreign terrorist fighter (FTF) untuk melindungi 267 juta warga Indonesia. "Jangan bilang orang terjebak, kalau terjebak bukan FTF. FTF itu foreign terrorist fighter, kombatan, teroris," tegas dia.
     
    Namun, pemerintah membuka kemungkinan memulangkan anak-anak berusia di bawah 10 tahun yang berada di kawasan Suriah dan Turki. Mereka akan dibekali kontra radikalisasi.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id