Keppres Eks WNI Kombatan ISIS Terganjal Pendataan

    Nur Azizah - 14 Februari 2020 16:43 WIB
    Keppres Eks WNI Kombatan ISIS Terganjal Pendataan
    Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
    Jakarta: Pemerintah belum bisa mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang status 689 eks WNI yang pernah bergabung ke ISIS. Keppres baru bisa dirancang usai pendataan terkait identitas, asal daerah, dan status yatim piatu, rampung. Proses verifikasi ini ditargetkan selesai dalam kurun tiga hingga empat bulan. 

    "Kan masih menunggu proses pendataan. Nanti detailnya ada di Kemenko Polhukam," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Menurut Dini, landasan aturan sudah jelas, yakni Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Dalam beleid itu dijelaskan bahwa seseorang kehilangan status kewarganegaraan  bila masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin dari Presiden. 

    Keppres Eks WNI Kombatan ISIS Terganjal Pendataan
    Petugas keamanan mengawal dua perempuan yang diyakini sebagai istri militan ISIS di kamp al-Hol, Suriah, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/Delil Souleiman)

    Status kewarganegaraannya juga akan hilang bila seseorang menyatakan tidak ingin lagi menjadi WNI. Dini menyebut Presiden Joko Widodo ingin Keppres konsisten dengan UU Kewarganegaraan. 

    "Pembakaran paspor dapat dianggap pernyatan keinginan tidak lagi menjadi WNI," kata Dini.

    Selain itu, hilangnya status kewarganegaraan seseorang juga terjadi jika tinggal di luar Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Seseorang juga bisa kehilangan statusnya bila menyatakan tidak ingin lagi menjadi WNI.

    "Orang-orang itu bisa dianggap masuk ke dalam kategori tersebut," kata Dini.
     




    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id