BRIN Disebut Butuh Dukungan Teknokratis dan Politis

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Oktober 2021 16:07 WIB
    BRIN Disebut Butuh Dukungan Teknokratis dan Politis
    Pelantikan Dewan Pengarah BRIN oleh Jokowi. DOK BPMI Setpres.



    Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan lembaganya butuh dukungan politis. Hal itu untuk melengkapi sistem manajemen dan eksekutif yang sudah berjalan baik.

    “Yang kita perlukan setelah itu adalah dukungan teknokratis dan politis,” kata Laksana di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Oktober 2021.

     



    Laksana menyebut hal itu membuat Dewan Pengarah BRIN tak harus berasal dari kalangan periset. Salah satunya yang baru dilantik, yakni Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri.

    “Karena dewan pengarah tidak melakukan riset. Itu jadi tanggung jawab saya,” ujar dia.

    Menurut Laksana segala bentuk dukungan bakal membantu kinerja sebagai Kepala BRIN. Pasalnya, dia bertugas mengumpulkan semua unit riset dari semua kementerian.

    “Saya kan harus mengembalikan layanan riset yang tadinya mereka butuhkan ke kementerian lagi. Tentu itu butuh koordinasi yang tidak mudah,” papar dia.

    Laksana mengatakan peran Dewan Pengarah BRIN mirip dengan Dewan Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka berfungsi sebagai payung sehingga semua hal bisa lebih muda dikonsolidasikan.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengarah BRIN.

    Ini daftar lengkap Dewan Pengarah BRIN:

    1. Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarno Putri
    2. Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN Sri Mulyani
    3. Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN Suharso Monoarfa
    4. Sekretaris Dewan Pengarah BRIN Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto
    5. Anggota Dewan Pengarah BRIN Emil Salim
    6. Anggota Dewan Pengarah BRIN I Gede Wenten
    7. Anggota Dewan Pengarah BRIN Bambang Kesowo
    8. Anggota Dewan Pengarah BRIN Adi Utarini
    9. Anggota Dewan Pengarah BRIN Marsudi Wahyu Kisworo
    10. Anggota Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni.

    Presiden Jokowi melebur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi BRIN. Peleburan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi.
     
    Jokowi juga melebur Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) ke BRIN. Pemerintah memberi waktu maksimal dua tahun untuk mengintegrasikan keempat lembaga ini.
     
    "Dalam jangka waktu paling lama dua tahun sejak berlakunya Peraturan Presiden ini, tugas dan kewenangan pada LIPI, BPPT, BATAN, dan LAPAN diintegrasikan menjadi tugas, fungsi, dan kewenangan BRIN," dikutip dari salinan Pasal 69 ayat 1 yang diterima Medcom.id, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.
     
    Dengan adanya integrasi ini, LIPI, BPPT, BATAN, dan LAPAN menjadi Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL). Sementara itu, pengintegrasian tugas, fungsi, dan kewenangan akan diatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta melibatkan kementerian/lembaga terkait.

    Baca: BRIN Kembangkan Metode Analisis Kesehatan Danau dan DAS
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id