Ngabalin: Pengkritik Harus Punya Solusi

    Siti Yona Hukmana - 04 Juli 2021 15:42 WIB
    Ngabalin: Pengkritik Harus Punya Solusi
    Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mempersilakan masyarakat Indonesia menyampaikan kritikan kepada pemerintah, terutama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, kritikan itu diminta berbarengan dengan solusi.

    "Dia harus bisa mengemukakan solusi supaya diukur tingkat kecerdasannya dalam menyampaikan kritik kepada suatu kebijakan," kata Ngabalin dalam program Crosscheck Medcom.id bertema Jokowi The King Of Lip Service, Itu Sadis, Minggu, 4 Juli 2021.

     



    Ngabalin mengatakan dalam perkuliahan ada yang disebut dengan kritik pedagogi. Kritik itu menjelaskan pentingnya memiliki suatu kerangka tujuan untuk mengembangkan keahlian atau potensi yang dimiliki mahasiswa saat mengkritik.

    "Jadi, kalau disampaikan kritik itu tidak selamanya harus bisa menyebutkan solusi menurut saya bisa berbahaya bagi perkembangan mahasiswa. Kita tahu bahwa mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan intelektual knowledge," kata Ngabalin.

    Baca: Jokowi Minta Kampus Tak Menghalangi Mahasiswa Berekspresi

    Menurut dia, hal itu tidak hanya berlaku bagi mahasiswa, namun semua masyarakat yang suka mengkritik. Dia tak ingin ruang publik hanya dipenuhi kritikan tapi tidak ada solusi.

    "Solusi itu agar orang tahu seberapa jauh tingkat kecerdasan mu, bukan karena kebencian mu, bukan karena nyinyir mu," kata Ngabalin.

    Direktur Eksekutif Paramater Politik Indonesia Adi Prayitno tidak sependapat dengan Ngabalin. Menurut Adi, kritik tidak harus punya solusi.

    "Di dalam logika teman-teman aktivis yang penting kritik dulu Mas (Ngabalin). Kalau mengkritik harus kasih solusi enggak jadi mengkritik," kata Adi dalam program yang sama.

    Adi menilai tidak semua pengkritik itu bisa memberikan solusi. Apalagi, kata dia, pemerintah tidak pernah mendengar solusi dari masyarakat.

    "Kita sering kok mengkritik, kita sudah ngasih solusi misalnya tentang KPK jangan ada pelemahan, UU ITE hati-hati karena bisa menjadi alat untuk membungkam aktivisi, kan begitu klaim badan eksekutif mahasiswa (BEM) tapi enggak didengar," kata Adi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id