Konsep Pemilu Serentak Dinilai tak Perlu Digunakan Lagi

    Candra Yuri Nuralam - 10 Agustus 2019 09:48 WIB
    Konsep Pemilu Serentak Dinilai tak Perlu Digunakan Lagi
    Ketua DPR RI Bambang Soesatyo - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
    Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Raykat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pemilihan umum (Pemilu) serentak tidak perlu digunakan kembali. Pemilu serentak dianggap tidak cocok dengan karakter bangsa Indonesia.

    "Saya pribadi sudah hitung secara kalkulasi politik, lebih banyak mudharatnya bagi bangsa ini jika pileg dan pilpres diserentakkan. Kita enggak usah sok-sokan berdemokrasi pakai budaya barat karena kita punya budaya sendiri," kata Bamsoet di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 9 Agustus 2019.

    Bamsoet mengatakan pemilu serentak cenderung membuat panas politik lebih tinggi. Hal itu dinilai menjadi faktor perpecahan bangsa.

    "Hampir saja nilai-nilai kebangsaan kita pecah di pemilu 2019. Ini jadi pelajaran kita bahwa pemilu berbiaya Rp25 triliun itu malah timbulkan perpecahan," ujar Bamsoet.

    Namun demikian dia bukan menilai pemilu serentak 2019 gagal. Bamsoet ssecara pribadi mengapresiasi keberhasilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menggelar pemilu serentak.

    "Ada 190 juta pemilih, tapi kita harus acungkan jempol kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu dan aparat yang menjaga keamanan pemilu," ujar Bamsoet.

    Sejalan dengan Bamsoet, Anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai pemilu serentak membuat pemilihan legislatif (pileg) terlupakan jika dibandingkan dengan pemilihan presiden (pilpres). Hal ini tentunya merugikan para calon legislatif (caleg).

    "Orang lebih banyak konsentrasi ke pilpres dan pileg agak terabaikan sehingga Ketua DPR yang baru harus bekerja keras para calon-calon terpilih lebih banyak diketahui fungsi-fungsi DPR seperti legislasi, pengawasan dan penganggaran," kata Dasco.

    Lembaga jajak pendapat Cyrus Network merilis hasil penelitiannya mengenai respon masyarakat terkait kepuasan dengan penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019. Masyarakat menyatakan pilpres dan pileg lebih baik dipisah.

    "Hanya 63 persen responden yang merasa pelaksanaan pemilu serentak kemarin memuaskan, dan 72 persen responden meminta pileg dan pilpres sebaiknya dipisah saja seperti semula," tutur Managing Directory Cyrus Network Eko Dafid Afianto.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id