Mendagri Minta Sistem Pemilu Dikaji Ulang

    Theofilus Ifan Sucipto - 06 November 2019 18:48 WIB
    Mendagri Minta Sistem Pemilu Dikaji Ulang
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta sistem pemilihan umum (pemilu) dikaji ulang. Tito menilai sistem pemilu saat ini berpotensi menimbulkan korupsi.

    "Lakukan riset akademik tentang dampak negatif dan positif pemilihan langsung," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2019. 

    Tito menyebut salah satu sisi negatif sistem pemilu saat ini ialah tingginya biaya politik. Hal itu dinilai berdampak pada niat kepala daerah setelah terpilih.

    "Tidak punya Rp30 miliar mau jadi bupati? Mana berani dia?" ujar Tito.

    Dia mengaku tidak terkejut kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebab, hal itu buat menutup tingginya biaya pemilu. 

    "Saya tidak mau menuduh, tapi mungkin hampir semua kepala daerah berpotensi melakukan tindak pidana korupsi," tutur dia. 

    Tito mencontohkan kepala daerah mengeluarkan biaya Rp30 miliar buat pilkada. Sementara, total pendapatan per bulan Rp200 juta. 

    "Lima tahun menjabat hasilnya Rp12 miliar, mau rugi tidak? Apa benar ingin mengabdi pada nusa dan bangsa terus rugi? Omong kosong kalau pendapat saya," ujar dia. 

    Namun, dia menyebut hal itu baru perhitungan kasar. Tito ingin menerima data berdasarkan riset akademik.

    Mantan Kapolri itu memastikan Kemendagri  siap mendukung pelaksanaan riset. Dia mengajak institusi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar kajian. 

    Tito mengaku tidak keberatan bila hasil riset merekomendasikan sistem pemilu tak berubah. Dia bakal mencari cara agar dampak negatif sistem pemilu berkurang.

    "Tapi bagaimana mencari solusi mengurangi dampak negatifnya supaya tidak terjadi korupsi," ucap dia. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id