Lestari Moerdijat Minta Kesejahteraan Guru Ditingkatkan

    Nur Azizah - 25 November 2019 17:06 WIB
    Lestari Moerdijat Minta Kesejahteraan Guru Ditingkatkan
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.
    Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru di Tanah Air. Ia menyebut kesejahteraan guru di Indonesia berbeda jauh dari Finlandia.

    "Di Finlandia, guru merupakan profesi yang sangat dihormati, pendapatannya lebih tinggi daripada pendapatan dokter dan profesi yang lain," kata Rerie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019

    Politikus Partai NasDem itu mengatakan guru merupakan tiang utama pendidikan. Menurut dia, pendidikan tak akan maju jika kesejahteraan guru tak diperhatikan.

    "Ingat loh, guru itu adalah tiang utama pendidikan. Orang Jawa bilang, guru itu ditiru. Artinya, guru memberikan keteladanan. Oleh karena itu, kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan," jelas Rerie.

    Rerie menilai ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Pertama, masalah guru honorer yang harus diatasi pemerintah daerah dan masyarakat. Dulu, kata Rerie, masyarakat berembuk memikirkan kesejahteraan guru yang membimbing anak mereka. Budaya ini seolah hilang di masa kini.

    Masalah zonasi guru juga harus disempurnakan. Rerie menyoroti pengembangan kapasitas tenaga pengajar melalui program pelatihan mandiri berbiaya murah. Pelatihan bisa digelar dengan bantuan finansial masyarakat.

    Terakhir, Rerie meminta sekolah mengembangkan perencanaan keuangan secara transparan. Masyarakat bisa berpartisipasi membantu masalah finansial sekolah. Langkah ini, kata dia, telah diterapkan Sekolah Sukma di Aceh.

    "Sekolah Sukma di Aceh memiliki sistem keranjang, kegiatan sekolah yang berorientasi pada peningkatan penerimaan anggaran sekolah secara partisipatif dari masyarakat dan dunia usaha," kata dia.

    Pemerintah, kata Rerie, perlu mendata ulang basis pembiayaan operasional sekolah menjadi lebih konkret dan efisien.

    "Unit cost analysis-nya harus berbasis sekolah, bukan berbasis jumlah kepala siswa seperti sekarang," jelas Rerie.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id