Pengangkatan Hakim Agung Dapat Dibatalkan

    Achmad Zulfikar Fazli - 13 Oktober 2016 16:22 WIB
    Pengangkatan Hakim Agung Dapat Dibatalkan
    Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali (kanan) melantik Hakim Agung. Foto: MI/ Adam Dwi
    medcom.id, Jakarta: Pengangkatan lima hakim agung dapat dibatalkan. Hal itu bisa dilakukan jika hakim agung tidak memenuhi syarat administrasi. Sesuai Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung, hakim agung minimal berpengalaman menjadi hakim tinggi selama tiga tahun. Kenyataannya, tidak semua memenuhi syarat itu.
     
    "Pengangkatan para hakim tersebut seharusnya dapat dibatalkan secara hukum," tegas anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi kepada Metrotvnews.com, Kamis (13/10/2016).
     
    Menurut Aboe, ke depan permasalahan ini bisa jadi persoalan. Sebab, bisa saja bila ada pihak yang berperkara, lalu menggugat keabsahan putusan kelima hakim tersebut.
     
    "Akan makin runyam," kata dia.
     
    Aboe meminta Komisi Yudisial menjelaskan kepada publik. Sebab, sebagai lembaga yang memproses syarat administrasi hakim agung, KY bertanggung jawab atas timbulnya masalah tersebut. "KY berkepentingan untuk mengambil sikap sebagai tanggung jawab moralnya," tandas dia.

     

    Sebelumnya, Hakim Agung Gayus Lumbuun mengungkapkan, ada lima hakim agung yang tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung. Syarat untuk menjadi hakim agung salah satunya ialah berpengalaman menjadi hakim tinggi selama tiga tahun.
     
    "Ada lima. Dua pimpinan MA, tiga hakim agung yang tidak memenuhi syarat Pasal 7 dalam UU MA. Ada yang cuma setahun (jadi hakim tinggi), ada yang setahun lebih," terangnya saat dihubungi Media Indonesia, Senin 3 Oktober 2016.
     
    Gayus pun meminta agar hakim agung yang cacat syarat dicopot. Hal itu dinilai sebagai bentuk awal dari reformasi bidang hukum.
     
    Menurut sumber Media Indonesia, Ketua MA Hatta Ali salah seorang dari lima hakim agung yang cacat syarat. Pasalnya, ia menjabat sebagai hakim tinggi kurang dari tiga tahun.
     
    Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Hatta Ali menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasaar pada 2003. Selanjutnya, pada 2004 ia merangkap sebagai Sekretaris Ketua MA dan 2005 menjabat Dirjen Badan Peradilan Umum I. Dua tahun kemudian, pada 2007, Hatta Ali diangkat menjadi hakim agung. Setelah itu, pada 8 Februari 2012, ia terpilih menjadi orang nomor satu di MA.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id