Skema Bank Tanah Disorot

    K. Yudha Wirakusuma - 08 Oktober 2020 23:53 WIB
    Skema Bank Tanah Disorot
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengajukan sembilan poin tuntutan kepada pemerintah dan DPR. GMNI salah satunya menyoroti tentang skema bank tanah yang tertuang pada Pasal 127 Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). 

    Koordinator aksi DPP GMNI Aru Pratama MS mengatakan pasal ini memperparah ketimpangan penguasaan tanah. Bank Tanah disebut mendapatkan hak pengelolaan untuk memberikan hak pakai, hak guna usaha, dan hak guna bangunan kepada pihak lain selama 90 tahun. 

    "Padahal saat ini, 1% penduduk Indonesia menguasai 68% tanah di Indonesia," tutur Aru, dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Menurut dia, DPP GMNI juga menyoroti UU Nomor 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Ketentuan yang dapat menjerat pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai justru dihapus pemerintah dan DPR melalui UU Cipta Kerja.

    Baca: UU Cipta Kerja Dorong Peningkatan Investasi di Sektor Peternakan

    "Penghapusan redaksi 'tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan' pada Pasal 88 UU PPLH sehingga Pasal 88 tersisa 'Setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya menggunakan B3 (bahan berbahaya dan beracun), menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3, dan/atau yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi dari usaha dan/atau kegiatannya',” jelas Aru.

    Pengesahan UU Cipta Kerja, kata Aru, terkesan dipaksakan. Pasalnya, di saat semua elemen bangsa sedang berjuang melawan covid-19, pemerintah dan DPR tetap menggelar sidang pengesahan omnibus law itu.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id