Pemerintah Dianggap Mengakali Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

    Anggi Tondi Martaon - 13 Mei 2020 17:47 WIB
    Pemerintah Dianggap Mengakali Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
    Ilustrasi/Antara/Galih Pradipta
    Jakarta: Penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jelang reses dikritik. Kebijakan ini dianggap sebagai cara pemerintah agar DPR tak memiliki ruang menyoal hal tersebut.

    "Ini kan menjelang reses DPR. Ini seperti tipu-tipu juga ini," kata Wakil Ketua Komisi IX Ansory Siregar kepada Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut ruang gerak DPR cukup terbatas saat masa reses. Sebab, mereka berada di daerah pemilihan masing-masing menyerap aspirasi masyarakat.

    Kondisi berbeda jika Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan diteken saat masa sidang berlangsung. Komisi IX segera merespons kebijakan tersebut dengan memanggil pihak terkait.

    "Ini (saat masa reses) kita tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap dia.

    Ansory meminta kenaikan iuran BPJS segera ditindaklanjuti Komisi IX. Dia mengusulkan komisi bidang kesehatan itu mengagendakan rapat bersama pemerintah di tengah masa reses.

    "Saya sebagai wakil ketua ingin sekali merencanakan raker dengan pemerintah. Kenapa semua bisa terjadi," ujar dia.

    Baca: Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik Mulai Juli
     
    Presiden Joko Widodo kembali membuat aturan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran mulai berlaku 1 Juli 2020.

    Keputusan tersebut tertuang dalam Perpres nomor 64 tahun 2020 tentang jaminan kesehatan yang telah diteken Jokowi. Beleid anyar itu mengatur tentang perubahan iuran mengikuti putusan MA nomor 7P/HUM/2020.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id