• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Pemilu atas Kebohongan Ratna

12 Oktober 2018 14:29 wib
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar. (Foto: MI/Rommy
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet telah masuk ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin menduga ada pelanggaran pemilu di dalam kasus tersebut.

Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar menyebut saat ini pihaknya masih dalam tahap memeriksa pelapor dan sejumlah saksi yang diajukan pelapor untuk dimintakan klarifikasi. Pelapor harus menjelaskan lebih dulu dugaan pelanggaran apa yang dilakukan.

"Klarifikasi ini untuk dijadikan pegangan apakah laporan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti atau tidak," ujarnya dalam Primetime News Metro TV, Kamis, 11 Oktober 2018.

Fritz mengatakan dalam proses pengumpulan saksi akan dilihat terlebih dulu apakah laporan yang disampaikan merupakan dugaan pelanggaran pemilu atau pelanggaran lain. Misalnya, menyebarkan ujaran kebencian atau mengganggu ketertiban umum.

Bawaslu, kata Fritz, memiliki kewenangan untuk memutuskan status tindak lanjut pelaporan sejak hari pertama disampaikan hingga maksimal 14 hari kerja.

"Dari situ kita akan tentukan apakah laporan ini masuk pelanggaran pidana, administratif, atau pelanggaran kode etik," katanya.

Menurut Fritz jika dilihat dari kronologis pelaporan memang seakan-akan terjadi pelanggaran kampanye dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Tetapi ada proses pengecekan terlebih dulu termasuk memeriksa bukti dan saksi.

Secara aturan, ungkapnya, tidak ada hoaks yang diatur dalam UU Pemilu melainkan hanya ujaran kebencian. Dari sisi ini Bawaslu perlu mengklarifikasi adalah apakah Ratna memiliki intensi, hanya misinformasi, atau sengaja menyampaikan kebohongan tersebut.

"Kajian itu menentukan apakah ujaran kebencian itu sudah dilakukan atau tidak. Kalau pun ada hoaks itu bisa diperiksa dengan Undang-undang lain," ungkapnya. 

Ia menambahkan, hoaks yang punya intensi menyerang sebagaimana ujaran kebencian bisa dilihat dari siapa yang menyebarkan dan apakah penyebarannya dilakukan secara masif. Selain itu akan dilihat pula kebohongan yang dilakukan dalam konteks yang lebih besar seperti potensi aturan lain yang dilanggar. 

"Apabila setelah melakukan klarifikasi dengan pelapor dan saksi ada bukti kuat pelanggaran terjadi terbuka kemungkinan pelapor dipanggil. Sementara ini kami memastikan dulu dugaan pelanggaran terjadi atau tidak," jelas Fritz.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.