comscore

Wamen ATR/BPN Pastikan Lahan IKN Nusantara Tak Tumpang Tindih

Fachri Audhia Hafiez - 19 Mei 2022 20:14 WIB
Wamen ATR/BPN Pastikan Lahan IKN Nusantara Tak Tumpang Tindih
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra memastikan lahan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, tak tumpang tindih antara pemerintah dengan masyarakat lokal. Kawasan tersebut merupakan hutan tanaman industri (HTI).

"IKN tidak ada tumpang tindih karena sebagian besar itu kan kawasan hutan HTI dan ini kalau untuk kepentingan umum enggak perlu pengadaan tanah," kata Surya ditemui di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis, 19 Mei 2022.
Baca: Kementerian ATR Percepat Legalisasi Tanah untuk Reforma Agraria

Surya menambahkan untuk lahan tersebut bisa langsung diambil izinnya. Dengan catatan, unsur tanaman di kawasan tersebut tidak hilang.

"Jadi langsung diambil gitu izinnya, tidak diperpanjang. Tapi kan dalam proses, jadi tidak akan serta-merta, masih ada tanaman di sana, tapi yang kita pakai dulu aja," ujar Surya.

Pemerintah, kata Surya, tengah fokus mengerjakan pembangunan IKN Nusantara di kawasan inti seluas 6.671 hektare. Untuk diketahui, lokasi pembangunan IKN terbagi ke dalam dua kategori, yaitu zona inti dan zona pengembangan.

Dari total luas IKN yang mencapai 256 ribu hektare, 6.671 hektare merupakan kawasan inti yang ditujukan untuk lokasi pusat pemerintahan.

"Jadi fokus di kawasan inti dulu yang 6.600 ya. Karena yang pokoknya 6.000 itu gede, itu saja bangunnya lama," ucap Surya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id