Komisioner KPU Terjaring OTT, Peran Bawaslu Dipertanyakan

    Sri Yanti Nainggolan - 11 Januari 2020 20:06 WIB
    Komisioner KPU Terjaring OTT, Peran Bawaslu Dipertanyakan
    Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti (kanan). Foto: MI/Mohamad Irfan.
    Jakarta: Keterlibatan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dalam kasus suap dan korupsi membuat peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dipertanyakan. Bawaslu dianggap abai.

    "Di mana peran Bawaslu dalam konteks mengawasi perilaku penyelenggara pemilu ini? Bawaslu menganggap korupsi bukan kewenangan mereka dalam pengawasan. Jelas ini salah total," tukas Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2020. 

    Mestinya, lanjut dia, kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan tak akan terjadi bila Bawaslu lebih proaktif. Misalnya, dengan segera meminta hasil notulensi penetapan pergantian antar waktu (PAW) dalam kasus tersebut. Jika KPU tak mau merilis, Bawaslu bisa membukanya pada publik. 

    "Ini Bawaslu hanya diam saja, urusan mereka hanya soal seminar, sosialisasi, FGD (Forum Group Discussion). Tapi urusan seperti ini seolah-olah mereka lepas tangan," papar dia. 

    Ray miris melihat kondisi tersebut. Apalagi, dana untuk Bawaslu cukup besar.

    "Jadi sebetulnya yang diminta pertanggungjawaban yang pertama itu pada Bawaslu, apa yang dikerjakan sehingga praktek suap, jual beli suara, tetap marak dalam proses pemilu?" terang dia. 

    Menurut dia, kasus suap Wahyu Setiawan tak hanya mencoreng KPU, tapi juga Bawaslu. Karena memperlihatkan pengawasan Bawaslu terhadap penyelenggara pemilu tak optimal. 



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id