Sandiaga Merasa Terhormat Jika Diundang Ma'ruf

    Whisnu Mardiansyah - 26 Juli 2019 18:35 WIB
    Sandiaga Merasa Terhormat Jika Diundang Ma'ruf
    Sandiaga Salahuddin Uno. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
    Jakarta: Sandiaga Salahuddin Uno menunggu undangan bertemu Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Calon wakil presiden nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu mengaku dengan senang hati bertemu Ma'ruf.

    "Sangat terhormat kalau diundang, tapi per hari ini belum ada undangan," kata Sandiaga di komplek PIK, Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat, 26 Juli 2019. 

    Baca: Sandiaga Pilih Bersurat Sampaikan Kritik kepada Pemerintah

    Sandiaga tak terlalu banyak bersentuhan dengan politik setelah pilpres. Ia lebih sibuk bertemu warga dan berbagi ilmu tentang kewirausahaan berbasis ekonomi masyarakat.

    "Justru dapat undangan dari masyarakat seperti kemarin diundang di beberapa acara yang digagas oleh masyarakat dan ini bentuk dari kegiatan partisipatif kolaboratif," jelas Sandi. 

    Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Sabtu, 13 Juli 2019. Dua rival di Pilpres 2019 itu terlihat akrab saat bertemu di depan loket tiket Stasiun MRT Lebak Bulus.

    Dua tokoh itu menggunakan MRT menuju FX Sudirman. Mereka terlihat akrab mengobrol di dalam ratangga. Pertemuan mereka juga dilanjutkan makan siang di FX Sudirman. Jokowi berharap pertemuan dengan Prabowo juga dicontoh elite dan masyarakat.

    Prabowo juga menyambangi kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juli 2019. Pertemuan antara dua kawan lama itu berlangsung sekitar dua jam.

    Megawati didampingi elite PDI Perjuangan, Puan Maharani, Prananda Prabowo, dan Pramono Anung. Sedangkan Prabowo didampingi wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

    Baca: Jokowi Belum Berencana Menambah Parpol Koalisi
     
    Pertemuan ini diinisiasi Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan. Budi mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menjembatani pertemuan itu.
     
    Usai pertemuan, Megawati mengajak Prabowo 'rujuk'. Perbedaan politik tak boleh memutus silaturahmi. Menurut Megawati, perbedaan pendapat dalam politik merupakan hal biasa. Namun, perbedaan itu tak boleh dipelihara.

     

    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id