Pemilu Nasional dan Daerah Disarankan Dipisah

    Anggi Tondi Martaon - 18 Februari 2020 21:41 WIB
    Pemilu Nasional dan Daerah Disarankan Dipisah
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Sistem pemilihan umum (pemilu) disarankan diubah dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pesta demokrasi perlu dipilah antara nasional dengan daerah. 

    "Serentak nasional itu memilih presiden, wakil presiden, DPR dan DPD. Pemilu lokal adalah kepala daerah dan DPRD," kata Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Sigit Pamungkas dalam diskusi di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menyebutkan salah satu tujuan pemilahan ini agar masyarakat fokus menghadapi setiap pemilihan. Dengan begitu, isu lokal dan nasional yang disampaikan kandidat bisa dipahami masyarakat.

    "Maka mana proses pemilu yang diperuntukan pemerintahan nasional, mana yang untuk pemerintahan lokal, itu publik jadi bisa memilah dengan benar," ungkap dia.

    Terkait penyelenggaraan, Sigit menyarankan agar pemilu lokal dilakukan dua tahun setelah nasional. Hal itu akan bermanfaat sebagai evaluasi sekaligus uji coba penyelenggaraan pemilu nasional selanjutnya. 

    "Semacam evaluasi pemilu sekaligus pemilu pendahuluan untuk tingkat nasional berikutnya," ujar dia.

    Hal senada disampaikan Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Dia mendukung pemisahan pemilu menjadi nasional dan lokal.

    Pemilu Nasional dan Daerah Disarankan Dipisah
    Direktur Eksekutif Netgrit Sigit Pamungkas. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

    Titi menyampaikan ada beberapa dampak positif jika pemilu dipisah antara nasional dan lokal. Kebijakan ini dapat meringankan beban kerja penyelenggara pemilu serta bisa mengevaluasi kinerja partai politik.

    "Karena kenapa? Kalau kita ingin mengoreksi partai kita tidak perlu tunggu lima tahun lagi. Selesai pemilu serentak nasional ada pemilu serentak daerah karena juga ikut memilih DPRD," kata Titi.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id