ICW Sebut Perppu Covid-19 Berpotensi Picu Korupsi

    Sri Yanti Nainggolan - 17 Mei 2020 17:57 WIB
    ICW Sebut Perppu Covid-19 Berpotensi Picu Korupsi
    Ilustrasi kasus korupsi. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19 telah disahkan dan berlaku. Indonesia Corruption Watch (ICW) melihat Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tersebut berpotensi memicu korupsi.

    Pertama, pada sektor kesehatan. Berbagai isu berseliweran seperti kekurangan rapid test, alat pelindung diri (APD), obat-obatan, hingga manipulasi dalam pembuatan vaksin. Pemicunya, struktur monopoli lama yang dibangun badan usaha pengusaha sektor kesehatan.

    "Ketika mereka diberi otoritas untuk pengadaan, justru ini memicu potensi fraud (kecurangan) yang terjadi," ujar Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam webinar KOPEL Indonesia, Minggu, 17 Mei 2020.

    Baca: Pengesahan Perppu Covid-19 Jadi UU Diapresiasi

    Kemudiaan belanja kesehatan ditangani oleh berbagai institusi. Misalnya, Kementerian Ketahanan berkoordinasi langsung dengan pemerintah Tiongkok terkait bantuan yang didapat pada Senin, 23 Maret 2020. Belum lagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga memiliki anggaran belanja kesehatan sendiri.

    "Dalam krisis tak ada pemusatan atau satu jalur untuk melakukan upaya pengadaan, maka potensi korupsi lebih besar," simpul dia.

    Adnan juga menyoroti distribusi bantuan sosial (bansos) yang rawan korupsi. Informasi terbaru, terungkap bahwa data pemerintah terkait penerima bansos bukan yang terbaru, tapi data 2015. Belum lagi, bentuk Bansos beragam. Mulai dari batnuan tunai, bantuan sembako, hingga proyek Kartu Prakerja.

    "Masalah bansos itu penerima fiktif, double, dan mark up," kata dia.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id