comscore

Penanganan Pandemi Covid-19 Kerek Kepuasan Masyarakat atas Jokowi

Medcom - 27 Mei 2022 20:00 WIB
Penanganan Pandemi Covid-19 Kerek Kepuasan Masyarakat atas Jokowi
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Keputusan Presiden Joko Widodo menggratiskan vaksin menjawab keraguan dan perdebatan publik dalam penanganan covid-19 di Indonesia. Sekarang, Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi covid-19.

Publik pun mengapresiasi kinerja Presiden. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terhadap kinerja Presiden menyebutkan, dari total 1.245 responden, sebanyak 76,7 persen di antaranya mengaku sangat dan cukup puas dengan kinerja Presiden. Survei dilakukan pada 10-12 Mei 2022. 
Hasil survei menyatakan meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden didorong keberhasilan penanganan covid-19 dan penyelenggaraan mudik. Sebanyak 74,6 persen responden puas dengan penanganan pandemi, serta 88 persen responden puas dengan pelayanan moda transportasi umum saat mudik. 

Anggota Komisi IX DPR Darul Siska meyakini efektivitas penanganan pandemi di Indonesia antara lain karena kebijakan Presiden menggratiskan vaksin. Masyarakat mendukung dengan mengikuti vaksinasi.

"Tentu masyarakat melihat perkembangan penanganan covid-19. Dulu kan kita berdebat soal harga, bagaimana kalau vaksin gotong royong, bagaimana vaksin yang berbayar, dan segala macam. Presiden Jokowi mengambil inisiatif menggratiskan vaksin untuk masyarakat. Saya kira itu jadi poin plus ke Presiden. Dan itu menenangkan semua," kata Darul, melalui keterangan tertulis, Jumat, 27 Mei 2022.

Selain itu, Darul menilai kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga tepat untuk mengendalikan pandemi. Menurutnya, Presiden mengeluarkan kebijakan dengan strategi gas rem tersebut saat orang lain berdebat menerjemahkan lockdown jika diterapkan di Indonesia.

"Tapi ternyata kebijakan (PPKM) yang dibuat Presiden itu tepat," kata dia.

Baca: 14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi per 26 Mei

Darul mengatakan awalnya masyarakat cukup sulit menerima kebijakan vaksin dan PPKM. Namun, kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, dan semua unsur mampu meyakinkan masyarakat agar mau divaksin dan menjalankan PPKM.

"Kebijakan itu mendapat respons positif dan didukung masyarakat. Sehingga, sekarang tidak ada kenaikan kasus yang tinggi karena masyarakat disiplin protokol kesehatan," kata Darul.

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id