Jokowi Dorong Kerja Sama Antarnegara dan Keberagaman di KTT ASEAN-PBB

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 November 2020 12:49 WIB
    Jokowi Dorong Kerja Sama Antarnegara dan Keberagaman di KTT ASEAN-PBB
    Presiden Joko Widodo/MI/Ramdani
    Jakarta: Presiden Joko Widodo mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengembalikan kepercayaan kerja sama antarnegara. PBB juga perlu menggalakkan kemajemukan untuk menghadapi tantangan global termasuk pandemi covid-19.

    "PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemi," kata Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 15 November 2020.

    Jokowi mengatakan PBB perlu memastikan pemenuhan akses obat-obatan dan vaksin merata di dunia sebagai rencana jangka pendek. Sementara rencana jangka panjangnya berkolaborasi dengan ASEAN untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa mendatang.

    Kepala Negara menyebut negara-negara di Asia Tenggara telah menyikapi pandemi covid-19 dengan membangun sistem dan mekanisme kawasan. Mulai dari ASEAN Response Fund for COVID-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, hingga ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework.

    "Kami yakin perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global," ujar Jokowi.

    Baca: Jokowi Bakal Hadiri KTT Asean-PBB dan KTT RCEP

    Jokowi juga mendorong PBB menjaga kemajemukan dan toleransi. Dia prihatin menyaksikan sejumlah kasus intoleransi dan kekerasan atas nama agama di tengah pandemi covid-19.

    "Kalau ini dibiarkan maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi," tutur dia.

    Saat ini, kata Jokowi, dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan, dan kerja sama untuk mengatasi covid-19 dan tantangan global lainnya. Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia menilai kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut.

    "Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme," tegas Presiden.

    Turut mendampingi Presiden saat menghadiri KTT ke-11 ASEAN-PBB secara virtual, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id