Cara Pemerintah Poles Komunikasi Publik Terkait Vaksin

    Nur Azizah - 22 Oktober 2020 18:38 WIB
    Cara Pemerintah Poles Komunikasi Publik Terkait Vaksin
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah tengah memperbaiki komunikasi publik yang sempat dicap buruk, termasuk terkait pengadaan vaksin virus korona (covid-19). Komunikasi lintas sektor bakal diperkuat demi memastikan keseragaman informasi.

    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut hal ini untuk memastikan tidak adanya disinformasi dan berita bohong atau hoaks. Selain itu, Satgas fokus mengedukasi masyarakat terkait vaksinasi.

    "Dimulai dengan memberikan informasi yang sederhana tentang vaksin, proses pembuatannya, distribusi, dan sebagainya," kata Wiku di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis, 22 Oktober 2020. 
     
    Satgas juga bakal membeberkan ihwal keamanan, manfaat, dan tujuan diberikan vaksin untuk menciptakan kekebalan terhadap virus berbahaya itu. Komunikasi ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang transparan dan kredibel. 

    "Selain itu, informasi ini diharapkan mampu menjawab keraguan yang sering kali muncul di tengah maraknya informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoaks yang terkait dengan vaksin covid-19," ujar Wiku.

    Presiden Joko Widodo meminta jajarannya menjelaskan masalah vaksin kepada masyarakat, mulai dari harga, kualitas, hingga status kehalalannya. Ia mengatakan seluruhnya harus dibuka ke publik agar tidak ada demonstrasi terkait vaksin covid-19.

    "Kalau komunikasinya kurang baik bisa kejadian seperti UU (Undang-Undang) Cipta Kerja ini. Saya minta benar-benar disiapkan mengenai vaksin," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2020.

    Jokowi juga menginstruksikan agar implementasi vaksinasi diperhatikan serius. Titik kritis ini tidak bisa dianggap enteng.

    Baca: Siap-siap, Ini Daerah Prioritas untuk Vaksin Covid-19

    "Harus dijelaskan prosesnya seperti apa, siapa yang pertama disuntik terlebih dulu, kenapa dia, harus dijelaskan betul ke publik. Proses komunikasi publik ini yang betul-betul disiapkan," kata Jokowi.

    Selain itu, Kepala Negara meminta kategori masyarakat yang diberi vaksin gratis dijelaskan. Hal ini untuk meminimalisasi berita bohong yang bisa menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id