Istri Gus Dur: Indonesia Defisit Tradisi

    Antara - 29 Desember 2019 03:55 WIB
    Istri Gus Dur: Indonesia Defisit Tradisi
    Istri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah. Foto: Antara/Asprilia Dwi Adha.
    Jakarta: Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, mengatakan bangsa Indonesia mengalami defisit tradisi. Sebab, masih terjadi perobohan patung, pelarangan ritual tradisi dan upacara-upacara adat di beberapa tempat yang dilakukan atas nama agama.

    "Kondisi itu membuat bangsa ini mengalami defisit tradisi," ujar Sinta dalam puncak acara haul ke-10 Gus Dur di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melansir Antara, Sabtu, 28 Desember 2019.

    Menurut Sinta, sepuluh tahun sejak kepergian Gus Dur, gerakan pemberangusan tradisi terus berlangsung. Retakan-retakan kebudayaan ini seharusnya bisa utuh kembali jika meneladani pemikiran Gus Dur.

    "(Sekarang) Bukan nya mereda malah justru semakin marak dan masif," kata dia.

    Sinta mengatakan Gus Dur bukan hanya dikenang karena pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Gus Dur juga dikenang sebagai seorang budayawan.

    "Terbukti dulu Gus Dur pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta, karena dulu Gus Dur adalah seorang budayawan," ujar Sinta.

    Gus Dur banyak melahirkan banyak ide dan gagasan tentang kebudayaan dan konsisten membela tradisi sebagai cermin dari nilai-nilai kemanusiaan. Bagi Gus Dur, kata Sinta, tradisi dan budaya adalah ekspresi dari harkat kemanusiaan. 

    "Menjaga dan membela kebudayaan pada hakikatnya adalah menjaga kemanusiaan itu sendiri," ungkapnya.

    Keberpihakan Gus Dur terhadap kebudayaan terpinggirkan juga memiliki ruang tersendiri bagi keluarga besar?. Makanya, keluarga Gus Dur mencoba mengekspresikan gagasan dan kepedulian Gus Dur terhadap kebudayaan di haul ke-10.

    "Tema ini juga berkaitan langsung dengan quotes Gus Dur yang mengatakan 'kebudayaan melestarikan kemanusiaan'," kata Ketua Panitia Acara haul ke-10 Gus Dur, Inaya Wahid.

    Putri keempat Gus Dur itu percaya gagasan dan konsep kebudayaan ayahnya bisa dilahirkan kembali dan menjadi rujukan penting bagi para pemikir dan pelaku budaya saat ini. Harapannya, manifestasi pemikiran dan gagasan Gus Dur kembali memberi warna dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id