Pemerintah Tampung Usulan OPM Masuk Teroris Kelas Dunia

    Ilham Pratama Putra - 26 Desember 2019 16:38 WIB
    Pemerintah Tampung Usulan OPM Masuk Teroris Kelas Dunia
    Sejumlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menggelar upacara di kawasan hutan sekitar Jayapura, Papua. Foto: Antara/Dian Kandipi (STR)
    Jakarta: Pemerintah menampung usulan agar Organisasi Papua Merdeka (OPM) masuk kategori teroris kelas dunia. Usulan itu datang dari eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (A. M) Hendropriyono.

    "Dia (Hendropriyono) pernah lama di pemerintahan, dia juga jenderal di BIN. Jadi dia punya kapasitas untuk mengusulkan hal-hal seperti itu," kata Mahfud di Bakso Boedjangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Desember 2019.

    Mahfud segera membicarakan usulan ini dengan kementerian dan lembaga terkait. Dia menargetkan pemerintah sudah mengambil langkah terbaik dalam dua hari ke depan.

    "Menyangkut langkah komprehensif, termasuk usulnya Pak Hendropriyono, Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) semua kita tampung. Polisi, tentara yuk kita mau apa dalam upaya langkah terpadu soal ini," jelas dia.

    Hendropriyono sebelumnya menyebut OPM sebagai kelompok pemberontak yang merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hendro bahkan mendapatkan informasi OPM juga akan menyerang perusahaan tambang di Papua.

    "Kalau ini sampai terjadi, kita sudah ketinggalan kereta, dan kita sudah ada di titik the point of no return. Titik kita tidak bisa kembali lagi dan kita akan kalah," kata Hendropriyono, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

    Hendro menyesalkan adanya pihak asing yang memperkeruh keadaan di Papua. Mereka coba menggiring opini masyarakat dunia untuk menyudutkan NKRI.

    "Kita memang harus berperang bukan hanya di hutan-hutan. Kita perang di internasional, diplomasi. Begini di internasional itu, ada list organisasi teroris. Itu usahakan masuk di situ. Supaya seluruh negara-negara di dunia itu merujuk ke situ, agar tidak jalan-jalan sendiri," kata dia.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id