Jokowi Dorong Pembinaan UMKM Ditingkatkan

    Damar Iradat - 10 Desember 2019 13:22 WIB
    Jokowi Dorong Pembinaan UMKM Ditingkatkan
    Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau ruas tol Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II Ruas Tol Serpong-Kunciran di Gerbang Tol Parigi Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 6 Desember 2019. Foto: Antara/Muhammad Iqbal
    Jakarta: Presiden Joko Widodo mendorong pembinaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditingkatkan. Pesan itu dilontarkan Jokowi dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). 

    "Karena kita tahu urusan pembinaan usaha kecil dan mikro Indonesia masih di ranking keempat di ASEAN. Ya sudah lumayan dari 10 negara, kita ranking keempat," kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019. 

    Menurut dia, kehadiran TPAKD diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret. Persentase literasi keuangan Indonesia harus naik lebih cepat dan tinggi.

    Ia yakin TPAKD akan bekerja maksimal seperti Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dulu. TPID bisa menekan inflasi daerah dari 8 hingga 9 persen menjadi 3,1 hingga 3,2 persen.

    Tim bentukan Bank Indonesia itu, kata dia, bekerja efektif sehingga inflasi di daerah dapat turun drastis. Untuk itu, ia berharap TPAKD juga bisa bekerja dengan baik.

    "Kalau kita kelola dengan manajemen yang baik, saya meyakini inklusi keuangan dan literasi keuangan kita bisa naik, sehingga masyarakat mudah mengakses keuangan, baik itu menabung, maupun mencari kredit di lembaga keuangan, baik di perbankan kita," jelas dia.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya juga telah meminta kementerian dan lembaga kompak dalam mengembangkan sektor UMKM. Pemberdayaan UMKM mesti dilakukan secara terpadu dan terintegrasi.

    "Baik dalam menentukan sektor prioritas, langkah strategis, maupun desain pembiayaan," kata Jokowi memimpin ratas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Jokowi mengungkapkan terdapat 18 kementerian dan lembaga dengan program UMKM yang saling tumpang tindih. Total skema pembiayaannya bisa mencapai Rp30 triliun yang masih tersebar dan belum terfokus.

    Presiden menekankan pentingnya kebijakan satu pintu. Dengan begitu, UMKM dapat memperoleh akses sumber pembiayaan, manajemen keuangan, hingga urusan pengemasan atau branding produk, dengan lebih mudah.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id