Teroris Klaten Minum Cairan Pembersih Lantai

    Lukman Diah Sari - 22 Maret 2019 14:35 WIB
    Teroris Klaten Minum Cairan Pembersih Lantai
    Konfrensi pers terkait terduga teroris Y yang tewas - Medcom.id/Lukman Diah Sari.
    Jakarta: Motif kematian Y alias Khodijah, 35, teroris asal Klaten, Jawa Tengah, semakin benderang. Dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati menemukan cairan asam klorida atau HCl dalam lambungnya. 

    Bahan kimia HCl itu biasa terkandung dalam cairan pembersih lantai. Hasil laboratoriun forensik juga menunjukkan zat kimia yang ada dalam isi perut Khodijah identik dengan cairan pembersih lantai.

    "Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) memang ditemukan cairan pembersih lantai. Dan yang diminum itu identik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019. 

    Dedi mengatakan, dengan temuan tersebut, penyebab tewasnya Khodijah bisa dipastikan akibat meminum cairan pembersih lantai. Selain itu, Khodijah pun mengidap penyakit asam lambung akut. 

    “Jadi yang diminumnya itu juga terpengaruh terhadap kambuhnya penyakit. Itu yang menyebabkan terjadi pendarahan hebat,” kata dia. 

    Namun, Dedi mengaku tak tahu berapa banyak jumlah cairan pembersih yang diminum Khodijah. Khodijah tewas setelah sekitar delapan jam dirawat di rumah sakit. 

    "Dokter menyampaikan Khodijah meninggal pada Senin, 18 Maret. Berarti malamnya atau subuh (dia) minum (cairan pembersih lantai). Kemudian ketahuan dan dibawa ke rumah sakit. Sekitar enam sampai delapan jam dirawat, meninggal,” bebernya.

    Baca: Terduga Teroris Klaten Diduga Bunuh Diri di Rumah Sakit

    Khodijah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri pada Kamis, 14 Maret 2019 sekitar pukul 16.00 WIB. Tim Densus meringkus dia di Desa Joton, Jogonalan, Klaten. Y kemudian diboyong ke Jakarta dan ditahan di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

    Empat hari berselang, Khodijah mengalami pendarahan. Ia langsung dibawa ke RS Kramat Jati. Di rumah sakit, Khodijah dinyatakan meninggal. 

    Hasil autopsi, tim forensik menemukan asam klorida atau HCL dengan konsentrasi 8,5 persen di lambung Y. Organ pencernaan Y, mulai dari mulut hingga lambung, mengalami kerusakan parah.
     
    "Korban mengalami pendarahan hebat. Cairan (HCL) ini ada di lambung. Kita tidak tahu dia konsumsi apa, tapi zat asam sebesar itu tidak alami ada di tubuh manusia," kata Dokter forensik RS Polri Kramat Jati Asri.
     
    Ketua RW 02 Desan Wetan, Desa Joton, Jogonalan, Klaten, Mujiono, diminta petugas polisi untuk menjadi saksi meninggalnya Y di RS Polri Kramat Jati. Mujiono berangkat bersama ketua RT dan petugas kepolisian.
     
    Menurut Mujiono, pihak keluarga membenarkan bahwa Y sebelumnya mengalami pembengkakan lambung. Y yang tinggal di Tangerang juga disebut baru saja menjalani operasi.
     
    Saat pulang ke Klaten beberapa waktu lalu, penyakit Y sempat kambuh. "Kalau makan muntah. Setelah operasi harusnya kontrol tapi dia tidak," beber Mujiono.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id