• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jokowi Tantang Pelaku Startup

Achmad Zulfikar Fazli - 07 Desember 2018 12:57 wib
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha rintisan (startup) tak hanya mengembangkan usaha bersistem online. Tapi, mereka juga harus digabungkan dengan sistem offline atau usaha rumah tangga.

"Dua-duanya harus berkolaborasi, enggak bisa hanya urusan yang online, enggak bisa," kata Jokowi saat membuka Digital Startup Connect 2018 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Desember 2018.

Dia mengaku sempat bertemu dengan pelaku usaha mikro dan usaha super mikro di kampung-kampung. Mereka berjualan aneka makanan ringan.

Misalnya, menjual pisang goreng seperti usaha milik anaknya, Kaesang Pangarep. Ada pula masyarakat yang menjual makaroni. Sayangnya, mereka hanya menjual secara offline atau membangun di rumah dengan gerobak.

Menurut Jokowi, secara produk, usaha rumah tangga sudah cukup baik. Hanya, brand yang dimiliki masih kurang menarik.

(Baca juga: Sukses di Jakarta, Lalamove Dapat Kucuran Dana Segar)

Karena itu, dia meminta pelaku startup membantu membangunkan brand untuk usaha rumah tangga. Pasalnya, pelaku startup memiliki kemampuan itu. Tapi, dia mengingatkan brand yang dibentuk harus simpel dan mudah diingat.

"Untuk menghidupkan ini harus orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship, yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand, yang memiliki pengetahuan bagaimana mengemas sebuah produk. Sehingga ada value di situ, ada nilai yang lebih di situ," kata dia.

Jokowi menjelaskan saat ini ada 62 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di kampung-kampung. Dia yakin UMKM bisa jauh melesat jika pengemasan dan brand yang dimiliki menarik.

"Ini pekerjaan saudara-saudara, kalau ini gabungkan dengan yang online, jadi ekosistem online harus nyambung dengan ekosistem offline. Jadi, saudara-saudara akan mendapatkan pahala besar. Karena selain untungnya besar, juga meningkatkan taraf hidup usaha rumah tangga. Syukur-syukur bisa masuk ke global market place. Yang kita harapkan di sana," kata Jokowi.

(Baca juga: Milenial Harus Bisa Buat Startup yang Sukses di Rumah Sendiri)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.